Oposisi Kamboja Protes Hasil Pemilu, Satu Tewas

Kompas.com - 16/09/2013, 08:47 WIB
Demonstran bentrok dengan polisi di Phnom Penh, Kamboja, Minggu (15/9/2013). AFPDemonstran bentrok dengan polisi di Phnom Penh, Kamboja, Minggu (15/9/2013).
EditorEgidius Patnistik
Oposisi Kamboja turun ke jalan di hari pertama demonstrasi, Minggu (15/9/2013), guna memprotes hasil pemilu yang mereka tuding sebagai penuh kecurangan. Oposisi berjanji menggerlar tiga hari demo sebagai tekanan bagi diadakannya perhitungan ulang suara pemilu atau diadakannya pemungutan suara ulang.

Demo di Phnom Penh itu berakhir ricuh, dengan sejumlah korban cidera dan seorang dipastikan meninggal dunia.

Ketegangan terus terjadi di Kamboja menyusul pemilu bulan Juli lalu. Partai berkuasa, Partai Rakyat Kamboja (CPP) dan partai oposisi, Partai Penyelamatan Nasional (CNRP) sama-sama mengklaim diri sebagai pemenang.

Bentrokan pertama terjadi Minggu petang kemarin di sepanjang sisi sungai di ibukota Kamboja itu. Polisi menembakkan gas air mata sementara demonstran melemparkan batu dan palang-palang besi.

Tampak seorang polisi dan seorang pendemo yang cedera dilarikan dari lokasi bentrokan.

Ketegangan mereda setelah Pemimpin Oposisi Sam Rainsy tiba di lokasi, meminta massa untuk tidak melawan polisi dan mengajak mereka kembali ke Freedom Park, yang merupakan tempat berkumpul pendukung oposisi. "Saudaraku sekalian, ini misi penting untuk menyelamatkan negara kita," kata Sam Rainsy.

Ia mendesakkan dua pilihan bagi pemerintah yakni penghitungan ulang suara pemilu atau diadakannya pemilu ulang. Rainsy menyatakan tidak akan ada negosiasi tentang pembagian kekuasaan sebelum adanya klarifikasi atas kecurangan pemilu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X