Kompas.com - 16/09/2013, 08:31 WIB
Pasukan Taliban. Al ArabiyaPasukan Taliban.
EditorEgidius Patnistik
Militan Taliban di Pakistan menyatakan bertanggung jawab atas tewasnya seorang perwira tinggi militer Pakistan dalam serangan bom di pinggir jalan.

Serangan bom Minggu 15 September di dekat perbatasan Afganistan itu menewaskan tiga tentara, termasuk Mayor Jenderal Sanaullah.

Mayjen Sanaullah, bersama Letnan Kolonel Touseef, yang juga tewas, sedang berkunjung ke Provinsi Khyber Pakhtunkhwa untuk memeriksa pos perbatasan ketika kenderaan mereka terkena hantaman bom.

Dalam serangan terpisah pada hari yang sama, dua tentara tewas akibat serangan bom di kawasan Waziristan, juga di dekat perbatasan Afghanistan.

Sementara di wilayah tetangganya, Bannu, miltan Taliban menyerbu konvoi polisi dan menewaskan dua aparat polisi.

Rangkaian serangan atas aparat keamanan itu dilancarkan bersamaan dengan pernyataan Taliban yang menyambut perundingan damai dengan pemerintah Pakistan namun diikuti sejumlah persyaratan.

Salah satu persyaratan Taliban adalah penarikan mundur semua pasukan dari kawasan suku dan pembebasan semua tahanan Taliban.

Belum ada rincian

Pekan lalu partai-partai politik Pakistan sudah mencapai kesepakatan untuk menggelar perundingan dengan militan Taliban Pakistan walaupun belum ada rincian waktu maupun pihak-pihak yang akan diikutsertakan.

Perdana Menteri Pakistam, Nawaz Sharif, sudah menegaskan serangan terbaru atas aparat keamanan Pakistan tidak akan mempengaruhi proses perundingan yang mereka upayakan.

"Tentara Pakistan sudah melakukan pengorbanan besar untuk melindungi bangsa dari ancaman terorisme dan tindakan pengecut dari teroris tidak akan bisa mempengaruhi semangat tentara kami," tutur Sharif dalam pernyataannya.

Pakistan sudah menyatakan akan membebaskan salah seorang pemimpin senior, Mullah Abdul Ghani Baradar, walau tanggal persis pembebasan belum diumumkan.

Sebelumnya tujuh tahanan Taliban yang akan dibebaskan, sebagai langkah untuk mendukung upaya perdamaian dengan Taliban.

Taliban Pakistan merupakan kelompok yang terpisah dari Taliban Afganistan walau saling bersekutu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X