Akibat Krisis Yunani, Bonus Libur Ditiadakan

Kompas.com - 15/09/2013, 06:32 WIB
ARIS MESSINIS / AFP Para anggota kepolisian Yunani ikut dalam unjuk rasa menentang rencana pemerintah memangkas jumlah pegawai negeri sebagai salah satu syarat pengucuran bantuan finansial untuk negeri itu.


ATHENA, KOMPAS.com
- Krisis utang dan keharusan Pemerintah Yunani mengurangi pengeluaran publik membuat pegawai negeri kehilangan privilese yang mereka miliki selama lebih dari hampir seperempat abad.

Pada 12 Juni 1989, pemerintah memutuskan setiap pegawai negeri yang bekerja di depan komputer selama lebih dari lima jam per hari akan mendapat satu hari libur tambahan setiap dua bulan, tanpa dikurangi upahnya. Berarti, tiap pegawai yang masuk kategori itu akan mendapat libur tambahan enam hari dalam setahun.

Namun, dua kali pengucuran dana talangan dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional mensyaratkan pengetatan anggaran sehingga Pemerintah Yunani harus memotong sejumlah keuntungan yang diperoleh pekerja pemerintah yang tidak efisien dan jumlahnya mencapai 600.000 orang.

Keuntungan yang lebih dahulu dihapus adalah bonus karena datang bekerja dan peraturan bahwa anak perempuan yang tidak menikah menerima pensiun ayahnya yang sudah meninggal.

Keputusan untuk menghapus hari libur itu disebut Menteri Reformasi Administrasi Kyriakos Mitsotakis sebagai langkah kecil, tetapi simbolis untuk memodernisasi sistem pelayanan publik yang sudah usang.

"Peraturan itu milik zaman berbeda. Saat krisis ini, kita tak bisa mempertahankan privilese yang menyalahi zaman," ujar Mitsotakis. (Reuters/WAS)



EditorTri Wahono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X