Kompas.com - 13/09/2013, 11:09 WIB
Persiapan pembangunan sekolah Afganistan di ruang kelas terbuka di pinggiran Mihtarlam di Provinsi Laghman, 25 Mei 2013. AFP PHOTO / NOORULLAH SHIRZADAPersiapan pembangunan sekolah Afganistan di ruang kelas terbuka di pinggiran Mihtarlam di Provinsi Laghman, 25 Mei 2013.
EditorEgidius Patnistik
KABUL, KOMPAS.COM — Kaum militan melancarkan serangan bom mobil bunuh diri lalu terlibat baku tembak dengan pasukan keamanan di dekat Konsulat AS di kota Herat, Afganistan barat, Jumat (13/9/2013) pagi. Demikian kata sejumlah pejabat. Seorang penerjemah Afganistan tewas, sementara beberapa orang lain, termasuk polisi, terluka.

Kelompok Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Peristiwa itu menggarisbawahi situasi keamanan yang berbahaya di Afganistan, di mana pasukan pimpinan AS sedang mengurangi kehadiran mereka menjelang penarikan penuh yang direncanakan tahun depan.

Serangan para pemberontak tidak lagi terkonsentrasi di selatan dan timur negara itu. Serangan dengan frekuensi yang mengganggu terjadi juga di utara dan barat Afganistan yang pada masa lalu telah menjadi daerah yang lebih aman.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS di Kabul menolak untuk berkomentar tentang ledakan tersebut.

Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat dengan ledakan kuat. Pelaku meledakkan dirinya sekitar 60 meter dari kompleks Konsulat AS. Demikian kata Sayed Fazlullah Wahidi, Gubernur Provinsi Herat. Kaum militan lainnya kemudian mulai menembaki pasukan keamanan di lokasi tersebut.

Jenderal Rahmatullah Safi, kepala polisi Provinsi Herat, mengatakan, seorang penerjemah Afganistan yang tampaknya bekerja di Konsulat AS meninggal, sementara dua polisi dan dua penjaga keamanan swasta Afganistan di pos AS itu terluka. Seorang polisi dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan, dan tidak segera jelas apakah dia tewas.

Sejumlah warga sipil juga terluka, tetapi jumlahnya belum jelas. Demikian kata Safi. Namun, Gubernur Wahidi menyebut angkanya tujuh orang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Safi, yang berbicara sekitar satu jam setelah serangan, mengatakan, situasi telah terkendalikan, tetapi pasukan keamanan masih mengejar militan yang mungkin melarikan diri.

Qari Yousef Ahmadi, seorang juru bicara Taliban, mengaku bertanggung jawab atas nama kelompok militan, yang sering melancarkan serangan gabungan dengan bom mobil dan serangan bersenjata.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.