Kompas.com - 12/09/2013, 18:53 WIB
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Di sebuah minimarket di sebuah kota di Amerika Serikat, seorang pemuda tampak bersitegang dengan kasir toko yang kebetulan adalah seorang Muslim.

Pemuda Amerika itu ternyata tidak mau dilayani si kasir Muslim. Kejadian ini ternyata diperhatikan oleh seorang prajurit AS yang tengah mengantre.

Pada awalnya, si prajurit hanya diam sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, berusaha tidak mengindahkan kelakuan rasialis si pemuda.

"Mengapa Anda tersenyum? Apa yang lucu?" kata pemuda itu menegur si prajurit.

"Maaf?" tanya si prajurit terlihat terkejut karena ditegur si pemuda.

"Dia seorang Muslim," kata pemuda itu sambil menunjuk ke arah si kasir.

Mendengar perkataan si pemuda, tampaknya sang prajurit mulai terusik.

"Kita tinggal di Amerika, dia bisa menjalankan keyakinan apa pun yang diyakininya," kata prajurit itu.

Sayangnya, pembelaan prajurit itu tak didengar si pemuda rasialis. Dia yang akan membeli sebungkus keripik kentang tetap bersikukuh tak mau dilayani si kasir Muslim.

Melihat hal itu, prajurit yang hanya diketahui bernama Bid, seperti tertera di seragamnya, kehabisan kesabaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.