Rencana Indonesia Beli Lahan Sejuta Hektar di Australia Disambut Baik

Kompas.com - 12/09/2013, 16:09 WIB
Indonesia akan membeli lahan peternakan sapi seluas satu juta hektar di Australia untuk mengembangkan sapi yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan daging di Indonesia. ABC AustraliaIndonesia akan membeli lahan peternakan sapi seluas satu juta hektar di Australia untuk mengembangkan sapi yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan daging di Indonesia.
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com — Para peternak di negara bagian Northern Territory (NT), Australia, Kamis (12/9/2013), menyambut baik rencana pemerintah Indonesia membeli lahan peternakan sapi seluas sejuta hektar di negeri itu.

Juru bicara Asosiasi Peternak NT, Luke Bowen, kepada ABC mengatakan, rencana ini merupakan peluang baik bagi para peternak. Pembelian lahan peternakan  bisa membantu memulihkan industri ternak sapi yang lesu menyusul larangan ekspor sapi hidup ke Indonesia.

Pemerintah Indonesia menyatakan, rencana pembelian lahan sejuta hektar sudah disetujui. Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan, mengembangbiakkan ternak di Australia jauh lebih murah daripada mengimpornya ke Indonesia.

Wilayah NT masih mencoba memulihkan industri peternakan sapi mereka gara-gara kebijakan Pemerintah Australia sebelumnya yang melarang ekspor sapi ke Indonesia dengan alasan sapi-sapi itu diperlakukan tidak sepantasnya di rumah-rumah potong hewan Indonesia.

Mantan Ketua Asosiasi Peternak NT, Rohan Sullivan, menjelaskan, beberapa peternakan tidak mampu menjual ternaknya ke pasar Australia, dan mungkin mereka ingin menjualnya ke Indonesia.

Rencana pembelian lahan peternakan seluas sejuta hektar atau sekitar empat kali lebih luas dari ibu kota Canberra itu diperkirakan mampu memproduksi lima persen jumlah ekspor ternak Australia.

Menurut para peternak, hal itu menunjukkan rencana Indonesia ini bukanlah ancaman bagi peternak lokal.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menyetujui rencana pembelian lahan peternakan di Australia untuk mengembangkan sapi demi memenuhi kebutuhan daging di Indonesia.

Menurut Menteri BUMN Dahlan Iskan, mengembangbiakkan ternak di Australia jauh lebih murah daripada mengimpornya ke Indonesia.

Harga daging sapi di Indonesia mencapai rekor tertinggi selama tahun lalu karena produksi daging lokal gagal memenuhi kebutuhan domestik.

Kebijakan swasembada sapi dari pemerintah dipersalahkan karena membatasi impor dari Australia dan negara lain.

Untuk lebih menekan harga, Indonesia menghapuskan sejumlah larangan di tahun 2013, tetapi pemerintah kini bertindak dengan solusi yang lebih permanen.

Setelah menemukan tanah yang cocok, Indonesia harus meminta izin kepada Dewan Penilai Investasi Asing Australia untuk membelinya.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X