Tentara Filipina dan Pemberontak Moro Kembali Baku Tembak

Kompas.com - 12/09/2013, 13:58 WIB
Seorang prajurit marinir Filipina bersenjata berat bersiaga di salah satu sudut kota Zamboanga, Filipina selatan. Selama empat hari terakhir militer Filipina dan pasukan pemberontak MNLF berhadap-hadapan di kota Zamboanga. AFPSeorang prajurit marinir Filipina bersenjata berat bersiaga di salah satu sudut kota Zamboanga, Filipina selatan. Selama empat hari terakhir militer Filipina dan pasukan pemberontak MNLF berhadap-hadapan di kota Zamboanga.
EditorErvan Hardoko
ZAMBOANGA, KOMPAS.com — Baku tembak kembali pecah, Kamis (12/9/2013), antara pasukan Pemerintah Filipina dengan pemberontak Moro yang selama beberapa hari mengepung kota Zamboanga, Filipina selatan.

Pasukan Filipina menggunakan mortir dan para penembak jitu untuk merangsek maju ke posisi pasukan pemberontak Front Nasional Pembebasan Moro (MNLF).

Perlahan-lahan, pasukan Filipina berhasil maju ke posisi pemberontak yang selama empat hari terakhir berlindung di sejumlah kampung di pinggiran kota Zamboanga.

"Kami mencoba untuk memastikan para pemberontak tidak akan keluar," kata juru bicara angkatan bersenjata Filipina, Letkol Ramon Zagala.


Ratusan personel pasukan khusus dibantu pasukan kepolisian mengepung sekitar 180 orang anggota pemberontak.

Mereka mencoba masuk ke persembunyian pemberontak tanpa menjatuhkan korban warga sipil di kawasan padat penduduk itu.

"Kami tak bisa melakukan serangan frontal tanpa memikirkan nasib para sandera," kata Zagala setelah mengetahui para pemberontak menggunakan sandera sebagai tameng hidup.

Krisis ini dimulai empat hari lalu saat para pemberontak MNLF mendarat di pesisir Zamboanga. Aksi mereka ini membuat sedikitnya 13.000 warga mengungsi dan membuat kota Zamboanga seperti kota mati.

Para pemberontak yang adalah pengikut pendiri MNLF Nur Misuari, yang memperbarui deklarasi kemerdekaan Moro sebulan lalu, diyakini bersembunyi di sekitar 80 rumah di desa pesisir itu.

Sejauh ini, pertempuran di Zamboanga sudah menewaskan 12 orang, yaitu dua warga sipil, seorang polisi, seorang tentara, dan delapan pemberontak.

MNLF mulai memberontak pada 1971 hingga perjanjian otonomi terbatas ditandatangani pada 1996.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X