Pakar: Pemusnahan Senjata Kimia Suriah Akan Sulit - Kompas.com

Pakar: Pemusnahan Senjata Kimia Suriah Akan Sulit

Kompas.com - 12/09/2013, 07:57 WIB
SHAAM NEWS NETWORK / AFP Foto yang dirilis kantor berita oposisi Suriah, Shaam, menampilkan para aktivis oposisi tengah memeriksa korban tewas yang diklaim akibat serangan senjata kimi di Ghouta, dekat Damaskus, Suriah.
KOMPAS.com — Beberapa pakar senjata kimia mengatakan, upaya internasional apa pun untuk mengawasi persenjataan gas saraf yang sangat luas di Suriah dan kemudian memusnahkannya akan merupakan suatu tugas yang luar biasa sulit. Pakar-pakar ini mengatakan kepada VOA, ini merupakan misi yang membutuhkan puluhan tahun untuk menyelesaikannya.

Memusnahkan senjata-senjata kimia dalam keadaan terbaik pun sulit, dan secara signifikan jauh lebih berbahaya di Suriah, tempat pertempuran antara pasukan yang mendukung Presiden Bashar al-Assad dan para pemberontak yang ingin menggulingkannya masih berkecamuk.

Direktur riset pada Asosiasi Pengawasan Senjata yang bermarkas di Washington, Tom Colina, mengatakan berbagai kendala pada masa perang ini dapat luar biasa beratnya dan tidak pernah dilakukan.

Seorang pakar senjata pemusnah massal di Universitas George Mason, Gregory Koblentz, ragu bahwa Suriah akan benar-benar menyerahkan persediaan sarin, gas mustard, dan VX yang mematikan.


Para analis mengatakan bahwa mereka percaya Suriah memiliki persediaan senjata kimia terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika dan Rusia, yang akan memusnahkan persediaan mereka. Collina mengatakan memusnahkan senjata kimia Suriah akan sulit.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Terkini Lainnya

Atasi Krisis Uang Tunai, Pedagang di India Berdoa kepada Dewa ATM

Atasi Krisis Uang Tunai, Pedagang di India Berdoa kepada Dewa ATM

Internasional
Cek Daftar Pemilih, KPU Akan Bentuk Forum Pemutakhiran Data Pemilu

Cek Daftar Pemilih, KPU Akan Bentuk Forum Pemutakhiran Data Pemilu

Nasional
Ilusionis David Copperfield Bongkar Trik Sulapnya di Pengadilan

Ilusionis David Copperfield Bongkar Trik Sulapnya di Pengadilan

Internasional
KPK Tetapkan Kadis PKAD dan Dua Anggota DPRD Bandung sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Kadis PKAD dan Dua Anggota DPRD Bandung sebagai Tersangka

Nasional
Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

Malam Ini, Debat Perdana Pilkada Jateng Akan Berlangsung Atraktif

Regional
Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

Sandiaga Bertemu Rizal Ramli di Balai Kota, Bahas Pilpres

Megapolitan
Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

Politisi Gerindra Sebut Tertutup Opsi Pasangkan Prabowo-Jokowi

Nasional
Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

Pembuat SIM Palsu yang Beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok Ditangkap

Megapolitan
Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK 'Online' di Banda Aceh Dihukum Cambuk

Disaksikan Ribuan Orang, Dua Terpidana PSK "Online" di Banda Aceh Dihukum Cambuk

Regional
Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

Politisi Gerindra Sebut Pilkada Langsung Memicu Sistem Politik Berbiaya Tinggi

Nasional
Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

Ini 6 Tahap yang Harus Dilalui Peserta Ujian SBMPTN

Edukasi
Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

Pembunuh Pensiunan TNI AL di Pondok Labu Jalani 24 Adegan Rekonstruksi

Megapolitan
Baliho Sam Aliano 'Nyapres' Diturunkan karena Ilegal

Baliho Sam Aliano "Nyapres" Diturunkan karena Ilegal

Megapolitan
Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

Rizal Ramli: Setelah Gubernur Baru, Terasa Suasana Tenang di DKI, Sebelumnya Tahulah...

Megapolitan
Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

Korut dan Korsel Coba Saluran Telepon Khusus Jelang KTT Antar-Korea

Internasional

Close Ads X