Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sisipkan Unsur Politik, Arab Saudi Larang 18 Ulama Berkhotbah

Kompas.com - 11/09/2013, 21:17 WIB
RIYADH, KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi melarang 18 ulama memberikan khotbah shalat Jumat karena khotbah mereka sarat pernyataan politik terutama terkait krisis Suriah dan Mesir.

Ke-18 ulama itu kemudian diperiksa karena dianggap tidak mengikuti tujuan utama khotbah shalat Jumat. Demikian pejabat di kementerian agama Islam, Tawfeeq Al-Sudairi kepada harian Al Hayat.

Al-Sudairi mengatakan, dua orang ulama di Provinsi Timur dilarang memberikan khotbah Jumat selama dua bulan sekaligus diberikan peringatan terakhir.

"Ulama ketiga harus menandatangani pernyataan tidak akan membicarakan masalah politik dalam khotbah, ulama keempat tengah diperiksa, sementara ulama kelima diberikan peringatan terakhir," papar Al-Sudairi.

Sementara itu, di kawasan Tabuk seorang ulama dilarang berkhotbah sementara waktu dan seorang lainnya tak bisa berkhotbah hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Lima orang lagi masih menunggu sanksi yang akan dijatuhkan kepada mereka," tambah Al-Sudairi.

Pemerintah juga masih menginvestigasi sejumlah ulama dari Riyadh dan kota pelabuhan Jeddah atas tuduhan yang sama.

Pemerintah Arab Saudi sudah meminta para ulama agar tidak memasukkan unsur politik khususnya krisis di Suriah dan Mesir ke dalam khotbah shalat Jumat.

Arab Saudi, seperti halnya negara-negara Teluk lainnya, mendukung perubahan politik di Mesir yang mengakhiri pemerintahan Ikhwanul Muslimin.

Negara-negara Teluk berupaya keras agar pertikaian antara kelompok pro dan anti-Ikhwanul Muslimin di Mesir tidak merembet ke negara mereka sehingga pemerintah meminta para ulama tidak menyinggung soal politik dalam khotbah mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Gulf News
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com