Sisipkan Unsur Politik, Arab Saudi Larang 18 Ulama Berkhotbah

Kompas.com - 11/09/2013, 21:17 WIB
Sejumlah ulama Mesir menghadiri aksi mendukung Muhammad Mursi yang digelar di Kairo beberapa waktu lalu. Pemerintah Mesir memutuskan untuk melarang 55.000 orang ulama tak berlisensi memberikan kotbah di masjid-masjid sebagai upaya untuk meredam para pendukung Ikhwanul Muslimin. ReutersSejumlah ulama Mesir menghadiri aksi mendukung Muhammad Mursi yang digelar di Kairo beberapa waktu lalu. Pemerintah Mesir memutuskan untuk melarang 55.000 orang ulama tak berlisensi memberikan kotbah di masjid-masjid sebagai upaya untuk meredam para pendukung Ikhwanul Muslimin.
EditorErvan Hardoko
RIYADH, KOMPAS.com — Pemerintah Arab Saudi melarang 18 ulama memberikan khotbah shalat Jumat karena khotbah mereka sarat pernyataan politik terutama terkait krisis Suriah dan Mesir.

Ke-18 ulama itu kemudian diperiksa karena dianggap tidak mengikuti tujuan utama khotbah shalat Jumat. Demikian pejabat di kementerian agama Islam, Tawfeeq Al-Sudairi kepada harian Al Hayat.

Al-Sudairi mengatakan, dua orang ulama di Provinsi Timur dilarang memberikan khotbah Jumat selama dua bulan sekaligus diberikan peringatan terakhir.

"Ulama ketiga harus menandatangani pernyataan tidak akan membicarakan masalah politik dalam khotbah, ulama keempat tengah diperiksa, sementara ulama kelima diberikan peringatan terakhir," papar Al-Sudairi.


Sementara itu, di kawasan Tabuk seorang ulama dilarang berkhotbah sementara waktu dan seorang lainnya tak bisa berkhotbah hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Lima orang lagi masih menunggu sanksi yang akan dijatuhkan kepada mereka," tambah Al-Sudairi.

Pemerintah juga masih menginvestigasi sejumlah ulama dari Riyadh dan kota pelabuhan Jeddah atas tuduhan yang sama.

Pemerintah Arab Saudi sudah meminta para ulama agar tidak memasukkan unsur politik khususnya krisis di Suriah dan Mesir ke dalam khotbah shalat Jumat.

Arab Saudi, seperti halnya negara-negara Teluk lainnya, mendukung perubahan politik di Mesir yang mengakhiri pemerintahan Ikhwanul Muslimin.

Negara-negara Teluk berupaya keras agar pertikaian antara kelompok pro dan anti-Ikhwanul Muslimin di Mesir tidak merembet ke negara mereka sehingga pemerintah meminta para ulama tidak menyinggung soal politik dalam khotbah mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Gulf News
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X