Kompas.com - 11/09/2013, 15:44 WIB
Polisi menyusuri sungai Namie, tak jauh dari PLTN Fukushima dalam upaya pencarian lebih dari 2.500 korban hilang akibat tsunami 2,5 tahun lalu. Gempa dan tsunami yang menghantam Jepang pada 2011 lalu menewaskan lebih dari 15.000 orang. JIJI PRESS / AFPPolisi menyusuri sungai Namie, tak jauh dari PLTN Fukushima dalam upaya pencarian lebih dari 2.500 korban hilang akibat tsunami 2,5 tahun lalu. Gempa dan tsunami yang menghantam Jepang pada 2011 lalu menewaskan lebih dari 15.000 orang.
EditorErvan Hardoko
TOKYO, KOMPAS.com — Polisi dan pasukan penjaga pantai Jepang, Rabu (11/9/2013), menggelar operasi besar-besaran untuk mencari lebih dari 2.500 jasad korban gempa dan tsunami dahsyat yang menghantam negeri itu 2,5 tahun lalu.

Sebanyak 90 orang tim pencari menyisir garis pantai dan perairan distrik Onahama, prefektur Fukushima, sekitar 50 kilometer sebelah selatan PLTN Fukushima.

"Keluarga korban hilang ini masing sangat sedih. Kami ingin menemukan para korban hilang ini atau barang-barang milik mereka," kata Hiroshi Kuno, kepala kepolisian Iwaki Higashi.

Pencarian serupa juga digelar di wilayah timur laut Jepang.

Garis pantai yang panjang, termasuk muara-muara sungai, sudah beberapa kali disusuri. Namun, para pencari mencoba memastikan tak ada titik yang terlewatkan.

Prefektur Iwate, Miyagi, dan Fukushima adalah daerah yang terparah akibat guncangan gempa 9 pada skala Richter yang kemudian disusul terhangan tsunami pada 11 Maret 2011.

Sebanyak 15.883 orang dipastikan meninggal dunia, sebagian besar di prefektur Miyagi. Sementara sebanyak 2.654 orang dinyatakan hilang dan dianggap meninggal dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, sebanyak 300.000 orang yang meninggalkan kediamannya akibat tsunami dan kebocoran PLTN Fukushima masih tinggal di kamp-kamp penampungan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.