Kompas.com - 11/09/2013, 15:21 WIB
EditorErvan Hardoko
TRIPOLI, KOMPAS.com — Sebuah ledakan keras terjadi di sebuah gedung milik Kementerian Luar Negeri Libya di kota Benghazi, Rabu (11/9/2013). Menurut sejumlah saksi mata, ledakan keras tersebut mengakibatkan kerusakan parah di gedung Kemenlu.

Ledakan itu terjadi tepat setahun setelah serangan militan ke kantor konsulat AS di Benghazi yang menewaskan empat warga AS, termasuk duta besarnya.

Sejauh ini, belum diperoleh kepastian apakah ledakan itu, yang oleh para saksi mata diduga kuat berasal dari bom mobil, mengakibatkan jatuhnya korban.

Seorang fotografer AFP mengatakan, satu bagian besar kantor Kemenlu itu hancur dan sebagian dinding kantor bank sentral Libya juga rusak.

Benghazi, yang menjadi pusat pemberontakan terhadap rezim Moammar Khadaffy, belakangan kerap diterjang serangkaian serangan maut dengan target anggota aparat keamanan dan anggota korps kehakiman.

Sebagian besar target sasaran adalah para pejabat yang mengabdi pada rezim Khadaffy. Serangan-serangan seperti ini juga mengincar para diplomat asing dan kepentingan Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.