Pemberontak Filipina Gunakan Perisai Manusia

Kompas.com - 11/09/2013, 09:56 WIB
AP Photo/Bullit Marquez

Tentara Filipina berjaga-jaga di kota Zamboanga, Filipina selatan, saat warga berbondong-bondong meninggalkan tempat tinggal mereka menyusul ketegangan antara gerilyawan pemberontak dan pasukan pemerintah yang memasuki hari kedua, Selasa (10/9). Sekitar 200 gerilyawan menjadikan penduduk sebagai perisai manusia di desa-desa tersebut. AP Photo/Bullit MarquezAP Photo/Bullit Marquez Tentara Filipina berjaga-jaga di kota Zamboanga, Filipina selatan, saat warga berbondong-bondong meninggalkan tempat tinggal mereka menyusul ketegangan antara gerilyawan pemberontak dan pasukan pemerintah yang memasuki hari kedua, Selasa (10/9). Sekitar 200 gerilyawan menjadikan penduduk sebagai perisai manusia di desa-desa tersebut.
EditorEgidius Patnistik
ZAMBOANGA, KOMPAS.COM - Gerilyawan pemberontak terlibat baku tembak dengan pasukan Filipina di Zamboanga, Filipina selatan, Selasa (10/9). Pemberontak menggunakan hampir 200 penduduk desa sebagai perisai manusia. Para saksi mengatakan, rumah-rumah penduduk dibakar.

Tembak-menembak terdengar di pinggiran kota pantai Zamboanga untuk hari kedua konfrontasi antara pasukan pemerintah dan sebuah faksi pemberontak Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) yang berniat mengganggu proses perundingan perdamaian.

”Pasukan keamanan telah menstabilkan keadaan. Situasi telah terkendali dan terisolasi dan tidak akan menyebar ke daerah-daerah lain,” kata Menteri Dalam Negeri Mar Roxas kepada wartawan, dengan menambahkan, pihak berwenang terus mencoba bernegosiasi dengan orang-orang bersenjata itu.

Sekitar 180 warga desa digunakan sebagai perisai manusia di enam desa, tempat para pemberontak itu bertahan dan dikepung pasukan keamanan. Demikian diungkapkan Roxas dalam konferensi pers gabungan dengan Wali Kota Zamboanga Maria Isabelle Climaco Salazar.

Pemerintah sebelumnya telah menyebut para penduduk desa itu sebagai ”sandera”. Namun, Roxas mengatakan, tampaknya mereka bebas untuk pergi kalau mereka mau.

”Tampaknya yang terjadi bukanlah penyanderaan, tetapi lebih merupakan mereka dijadikan perisai manusia oleh pasukan MNLF yang memasuki desa-desa mereka. Orang bebas masuk dan keluar dari sana, mereka tak diikat atau ditahan,” katanya.

Orang-orang bersenjata itu, yang jumlahnya sekitar 200 orang, adalah pengikut pendiri MNLF, Nur Misuari. Mereka mendarat di distrik pesisir Zamboanga, menyerbu desa-desa nelayan pada hari Senin, sebelum melakukan serangan ke Zamboanga, menyebabkan panik di kota dengan satu juta penduduk itu.

Mereka merencanakan menuju balaikota dan mengibarkan bendera mereka dan memproklamasikan kemerdekaan. Namun, rencana itu tercium aparat keamanan tiga hari sebelumnya dan tentara berhasil mencegah mereka memasuki pusat kota.

Kelompok MNLF telah menandatangani perjanjian damai dengan Manila pada 1996. Akan tetapi, ratusan gerilyawan menolak meletakkan senjata, dan baru-baru ini menuduh para pejabat Filipina mengingkari janji mereka untuk membangun kawasan otonomi khusus di Mindanao.

Misuari, yang tak bisa dihubungi kantor berita AFP ataupun negosiator pemerintah, sebelumnya dikabarkan telah menyatakan ”kemerdekaan” kawasan selatan Filipina dan mengimbau para pengikutnya menyerbu instalasi-instalasi pemerintah.

Tenggat waktu

Presiden Filipina Benigno Aquino III di Manila menolak menetapkan tenggat untuk mengatasi krisis itu. ”Kami tak bisa memberikan tenggat ketika apa yang kami ingin jamin adalah tak ada lagi penduduk sipil yang terkena dampak, terluka, atau tewas,” katanya.

Serangan pertama menewaskan empat orang dan menyebabkan 14 orang cedera, kata Roxas dan Salazar. Juru bicara MNLF, Emmanuel Fontanilla, mengatakan, para pemberontak siap bertahan. (AFP/Reuters/DI)

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X