Assad: AS Tak Punya Bukti Soal 'Serangan Kimia'

Kompas.com - 09/09/2013, 15:00 WIB
Pasukan pemberontak Suriah. AFPPasukan pemberontak Suriah.
EditorEgidius Patnistik
Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan pada televisi AS bahwa "tidak ada bukti" pemerintahnya menggunakan senjata kimia. Dalam wawancara dengan PBS, yang akan disiarkan hari Senin (9/9) ini, ia juga mengatakan para sekutunya akan membalas jika Barat menyerang.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah lama melobi aksi militer terhadap Assad dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Uni Eropa dan Arab di Eropa.

Kongres AS juga dijadwalkan akan melakukan debat terkait pemberian izin intervensi ke Suriah. Para anggota Kongres akan kembali dari liburan musim panas mereka pada hari Senin untuk membahas resolusi Presiden Barack Obama untuk meluncurkan serangan "terbatas."

Pemungutan suara di Senat atas isu ini diperkirakan berlangsung paling cepat hari Rabu, meski tenggat waktu untuk permintaan Obama tidak jelas.

AS menuduh pasukan Assad membunuh 1.429 orang dalam serangan gas sarin pada 21 Agustus di pinggir ibukota Damaskus.

Pemerintahan Assad menuduh serangan dilakukan pemberontak yang ingin menjatuhkannya dari kekuasaan.

Sementara itu, sejumlah laporan mengatakan bahwa pasukan pemberontak telah menguasai kota bersejarah umat Kristen Maaloula di utara Damaskus.

Ujian logika

Dalam wawancara dengan PBS, Presiden Suriah mengatakan AS harus membuktikan bahwa pasukannya berada di balik serangan Damaskus. "Tidak ada bukti bahwa saya menggunakan senjata kimia terhadap rakyat saya sendiri," kata Assad.

Assad tidak membantah atau mengakui bahwa pemerintahannya memiliki senjata kimia, tapi mengatakan jika ada, senjata itu "dikuasai oleh pusat."

Assad juga dilaporkan "mengindikasikan bahwa pihak-pihak yang bersekutu dengannya akan membalas jika ada serangan dari Barat," kata PBS.

Sekutu Suriah meliputi China dan Rusia, serta Iran dan gerakan militan Hezbollah di Lebanon.

Gedung Putih juga mengakui bahwa tidak ada "bukti kuat" akan keterlibatan Assad dalam serangan yang terjadi Agustus lalu itu, tapi ada "ujian logika terlepas dari data intelijen" bahwa pemerintahan Assad bertanggung jawab.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X