Kerry: Liga Arab Setuju Suriah Lewati "Garis Merah Global'

Kompas.com - 09/09/2013, 12:44 WIB
Menlu AS John Kerry (tengah) dan Menhan AS Chuck Hagel (kanan) saat memberikan keterangan mengenai situasi di Suriah di depan Komisi Urusan Luar Negeri di DPR Amerika (4/9). ReutersMenlu AS John Kerry (tengah) dan Menhan AS Chuck Hagel (kanan) saat memberikan keterangan mengenai situasi di Suriah di depan Komisi Urusan Luar Negeri di DPR Amerika (4/9).
EditorEgidius Patnistik
PARIS, KOMPAS.COM - Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan para menteri Liga Arab sepakat dalam pembicaraan di Paris bahwa Suriah sudah melewati "garis merah global" terkait dugaan serangan senjata kimia.

Kerry mengatakan, sejumlah negara Arab bersedia untuk menandatangani pernyataan yang disepakati 12 negara G-20 yang menyerukan sebuah reaksi atas serangan yang dituduhkan itu, dan bahwa mereka akan membuat pengumuman dalam 24 jam ke depan.

"Kita semua setuju, tak satu pun yang tidak setuju, bahwa penggunaan senjata kimia oleh Assad... melewati sebuah garis merah global," kata Kerry kepada wartawan setelah pembicaraan itu. "Hari ini (Minggu, 8/9) kami membahas langkah-langkah yang mungkin dan perlu yang dapat diambil. Sejumlah negara segera menandatangani kesepakatan G-20 itu," kata Kerry, yang menyebut Arab Saudi sebagai satu di antara negara itu.

"Saya tidak akan menyebutkan nama negara-negara lain karena kami sepakat dalam pertemuan, mereka akan kembali dan membuat pengumuman sendiri, yang akan mereka lakukan dalam waktu 24 jam ke depan," kata Kerry.

Kerry bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Saud al-Faisal, yang kata dia telah menyatakan dengan jelas dukungan negaranya terhadap aksi militer.

"Mereka mendukung serangan itu dan mereka telah mendukung untuk mengambil tindakan," kata Kerry.

Menteri Luar Negeri Qatar, Khaled al-Attiyah, mengatakan dugaan serangan pada 21 Agustus memperlihatkan rezim Bashar al-Assad telah bergerak dari perang konvensional ke "senjata pemusnah massal". "Jika masyarakat internasional benar-benar ingin melindungi perdamaian dan keamanan internasional, tidak cukup berdiri diam sementara orang-orang yang tidak bersenjata diserang dengan senjata-senjata seperti itu," katanya.

Pembicaraan hari Minggu itu mempertemukan para pejabat dari Liga Arab, Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Maroko, Palestina, Qatar, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X