Hari Ini, Australia Memilih Perdana Menteri Baru

Kompas.com - 07/09/2013, 03:51 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
CANBERRA, KOMPAS.com — Sabtu (7/9/2013), para pemilih Australia akan memberikan suara dalam pemilu yang akan menentukan pemimpin pemerintahan mereka untuk tiga tahun ke depan. Kandidat yang memperebutkan suara pemilih adalah Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan Tony Abbot dari koalisi oposisi. Survei yang digelar seusai lima pekan masa kampanye memperlihatkan dukungan lebih besar kepada Abbot.

Lebih dari 14 juta orang terdaftar menjadi pemilih di Australia. Komisi Pemilihan Umum Australia memperkirakan lebih dari 3 juta orang sudah memberikan suara melalui bilik pra-pemilu maupun lewat pos. Angka pemilih yang telah memberikan suara mendahului pemungutan suara nasional tersebut jauh melampaui data pada 2010, yang hanya mencatat 500.000 orang memilih melalui jalur tersebut.

Selama masa kampanye, peningkatan juga terlihat pada jumlah partai kecil yang melibatkan diri. Tahun ini ada 54 partai yang terdaftar mengikuti pemilu, lebih dari dua kali lipat dibandingkan jumlah peserta pemilu sebelumnya.

Bila Rudd memenangi pemilu, maka ini akan menjadi periode ketiga Partai Buruh memimpin pemerintahan Australia. Namun survei mengunggulkan Abbot, salah satunya dari The Newspoll dan Nielsen misalnya, menyebutkan hasil survei 54-46 untuk keunggulan Abbot. Pemilu ini akan menentukan perdana menteri ke-28 Australia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X