Parlemen Suriah Desak Kongres AS Tak Setujui Intervensi Militer

Kompas.com - 06/09/2013, 20:21 WIB
kapal induk USS Harry S Truman (CVN 75) mendekati kapal pengisian bahan bakar USNS Leroy Grumman, 14 Agustus 2013 di Laut Mediterania. Pasukan militer AS telah bersiap jika dipanggil untuk menyerang rezim Suriah, kata Menteri Pertahanan Chuck Hagel kepada BBC, 27 Agustus 2013. AFP PHOTO / US NAVY - Donald R White Jrkapal induk USS Harry S Truman (CVN 75) mendekati kapal pengisian bahan bakar USNS Leroy Grumman, 14 Agustus 2013 di Laut Mediterania. Pasukan militer AS telah bersiap jika dipanggil untuk menyerang rezim Suriah, kata Menteri Pertahanan Chuck Hagel kepada BBC, 27 Agustus 2013.
EditorErvan Hardoko
DAMASKUS, KOMPAS.com — Ketua parlemen Suriah, Jihad al-Lahham, Jumat (6/9/2013), mendesak agar Kongres AS tidak menyetujui rencana serangan militer yang menargetkan rezim Suriah.

"Kami mendesak Anda agar tidak mengambil langkah ceroboh karena Anda memiliki kekuatan untuk mengendalikan Amerika Serikat dari jalan perang ke diplomasi," kata Jihad Lahham seperti dikutip kantor berita Suriah, SANA.

Pesan itu dikirimkan untuk seluruh anggota Kongres sebelum melakukan voting terkait  persetujuan serangan militer ke Suriah yang diminta Presiden Barack Obama.

"Setiap intervensi militer adalah ilegal karena Suriah adalah negara berdaulat dan tidak mengancam Amerika Serikat," tambah Lahham.

Awal bulan ini, Menlu Suriah Faisal Muqdad mendesak Kongres AS untuk menunjukkan kebijaksanaan terkait isu serangan militer ke Suriah.

Sementara itu, Presiden Bashar al-Assad mengingatkan konsekuensi yang harus dipikul jika AS tetap menyerang Suriah.

"Kami tak hanya berbicara soal respons Suriah, namun tentang apa yang akan terjadi setelah serangan pertama," kata Assad dalam wawancara dengan harian Perancis, Le Figaro.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semua orang akan kehilangan kendali. Kekacauan dan ekstremisme akan menyebar dan memunculkan risiko perang regional," tambah Assad.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.