Kompas.com - 06/09/2013, 18:14 WIB
EditorErvan Hardoko
PESHAWAR, KOMPAS.com - Mullah Sangen Zadran, seorang komandan senior jaringan Haqqani yang terkait Al-Qaeda, diyakini menjadi salah seorang korban serangan "drone" AS pada Jumat (6/9/2013) dini hari.

Sejumlah pejabat Pakistan mengatakan Mullah Sangen Zadran menjadi salah seorang paling dicari karena dianggap mendalangi sejumlah penculikan dan mengirim ratusan pejuang asing ke Afganistan.

Di mata PBB dan Amerika Serikat, Sangen Zadran adalah seorang teroris. Zadran diduga kuat menjadi satu dari enam korban tewas serangan drone AS pada Jumat dini hari di Waziristan Utara, Pakistan.

AS menuding jaringan Haqqani, sebuah faksi Taliban yang ikut memerangi pemerintah Afganistan, sebagai dalang sejumlah serangan maut dalam beberapa tahun terakhir.

Kematian Zadran diumumkan di sebuah masjid di Miranshah, kota utama Waziristan Utara, dan dikabarkan pemakaman Zadran digelar pada Jumat sore.

Dua anggota intelijen Pakistan yang tidak mau disebutkan namanya, membenarkan kematian Mullah Sangen Zadran. Mereka menambahkan seorang pejuang Haqqani beretnis Arab juga tewas bersama Zadran.

Para pejabat Pakistan mengatakan, drone AS itu melepaskan dua peluru kendali dan menghancurkan sebuah rumah di Darqah Mandi, basis terkuat Haqqani yang terletak 10 kilometer dari Miranshah.

Pada 2011, AS menggambarkan Zadran sebagai gubernur tandingan di Paktika, salah satu provinsi paling bergolak di perbatasan Afganistan-Pakistan.

Dia juga dikenal sebagai tangan kanan pemimpin jaringan Haqqani, Sirajuddin Haqqani.

Zadran diyakini AS kerap memimpin serangan di wilayah tenggara Afganistan dan merencanakan pergerakan ratusan pejuang asing ke dalam wilayah Afganistan.

Zadran juga dihubungkan dengan aksi bom pinggir jalan dan diduga kuat menjadi otak penculikan warga Afganistan dan asing di sepanjang perbatasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.