Dapat Pekerjaan Lebih Baik, Kosmonot Rusia Mengundurkan Diri

Kompas.com - 06/09/2013, 17:24 WIB
Kosmonot Rusia Yuri Lonchakov saat bertugas di Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS) pada 2008. Space.com/NASAKosmonot Rusia Yuri Lonchakov saat bertugas di Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS) pada 2008.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com - Seorang kosmonot veteran Rusia yang bertugas memimpim Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS) pada 2015 tiba-tiba mengundurkan diri.

Kosmonot Yuri Lonchakov mengajukan surat pengunduran dirinya ke badan angkasa luar federal Rusia, Roscosmos, Kamis (5/9/2013).

Sejumlah media Rusia mengutip kepala Pusat Pelatihan Kosmonot Gagarin Sergei Krikalev yang  mengatakan Lonchakov akan resmi tidak bertugas pada 14 September mendatang.

"Dia datang dan mengatakan bahwa dia mendapatkan pekerjaan yang lebih baik ketimbang bekerja di luar angkasa," kata Sergei Krikalev.

Lonchakov dijadwalkan bertugas menjadi komandan wahana angkasa luar Rusia Soyuz TMA -16M, yang akan diluncurkan pada Maret 2015 bersama dengan Kosmonot Mikhaol Kornienko dan astronot AS Scott Kelly.

Di ISS, Lonchakov akan bergabung dengan kru ekspedisi 43 sebagai teknisi penerbangan sebelum mengambil alih komando ISS sebagai pemimpin Ekspedisi 44 pada Mei 2015 hingga kembali ke Bumi pada Oktober 2015.

Lonchakov (48) bergabung dengan korps kosmonot Rusia pada 1997 dan sudah tiga kali terbang ke ISS.

Misi pertamanya bersama pesawat ulang alik Endeavour sebagai anggota kru STS-100 pada 2001.

Tahun berikutnya, Lonchakov terbang bersama wahana angkasa luar Soyuz TMA-1, wahana kelas TMA pertama selama 10 hari di ISS.

Misi ketiga dan terakhir Lonchakov adalah pada Oktiber 2008 bersama Soyuz TMA-13 sekaligus menjadi kosmonot ke-100 yang menggunakan Soyuz.

Dalam misi ini Lonchakov menghabiskan 178 hari di angkasa luar, yang membuat pengalamannya ke luar Bumi menjadi 200 hari dan 19 jam.

Lonchakov bukan angkasawan pertama yang mengundurkan diri untuk mengejar karier baru. Astronot AS Joan Higginbotham meninggalkan NASA pada November 2007 dan menjadi wakil presiden  sebuah perusahaan minyak.

Pengunduran diri Joan terjadi hanya sebuah setelah dia terpilih menjadi kru STS-126, yang merupakan misi keduanya bersama pesawat ulang alik NASA.

Sejauh ini pekerjaan baru yang membuat Yuri Lonchakov mengundurkan diri tidak diungkapkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SPACE.COM
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X