Kompas.com - 06/09/2013, 16:00 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Pakistan mengecam serangan pesawat nirawak (drone) AS di wilayah kesukuannya di Ghulam Khan yang dekat dengan perbatasan negara itu dengan Afganistan. Serangan mematikan pada Jumat (6/9/2013) itu menewaskan sedikitnya lima orang. "Ini serangan sepihak dan mengganggu kedaulatan Pakistan,"kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan sebagaimana warta AP.

Sampai berita ini diunggah, belum ada informasi soal identitas para korban serangan pesawat nirawak itu. Lokasi serangan itu tepatnya berada di Provinsi Waziristan Utara.

Sebetulnya, dalam seminggu ini sudah kali kedua AS menyerang dengan pesawat nirawak. Serangan pertama terjadi pada 31 Agustus 2013. Lokasinya ada di kawasan Heso Khel di timur Miranshah. Dalam serangan ini, sedikitnya empat orang tewas.

Sementara itu, terkait dengan serangan pesawat nirawak itu, pejabat Pakistan sudah berbicara dengan pihak AS untuk mencari solusi terbaik. Menurut pejabat tersebut, lama-kelamaan, serangan pesawat nirawak AS bisa menjegal hubungan bilateral kedua negara.

Mengutip pendapat Menteri Luar Negeri AS John Kerry dua minggu silam, AS hanya menargetkan anggota Taliban dan Al Qaeda. Sementara, sejak awal 2013, sudah 19 kali serangan pesawat nirawak AS ke Pakistan. Serangan-serangan itu sudah membunuh sedikitnya 120 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.