"Drone" Amerika Kembali Hajar Perbatasan Pakistan, 6 Tewas

Kompas.com - 06/09/2013, 03:59 WIB
Drone Predator. npr.orgDrone Predator.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MIRANSHAH, KOMPAS.com — Pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat menembakkan dua rudal ke satu kawasan permukiman di barat laut Pakistan, Jumat (6/9/2013) dini hari. Enam orang dikabarkan tewas.

Serangan itu terjadi di Dargah Mandi, sekitar 10 kilometer (enam mil) dari Miranshah, kota utama di distrik suku Waziristan Utara, di sepanjang perbatasan Afganistan. "Itu adalah serangan pesawat tak berawak AS. Enam militan (Afganistan) tewas, jumlah korban tewas mungkin meningkat," kata seorang pejabat keamanan di Miranshah kepada AFP.

Wilayah yang menjadi sasaran serangan ini dituding sebagai basis jaringan Haqqani Al-Qaeda. Pejabat di Miranshah kepada AFP mengatakan bahwa semua orang yang tewas adalah pejuang Haqqani.

Pejabat di Peshawar mengatakan identitas mereka yang tewas belum jelas. Serangan pesawat tak berawak AS mendapat banyak kecaman di Pakistan. Namun, Amerika bersikukuh mengatakan drone merupakan alat yang vital dalam menghadapi Taliban dan militan Al Qaeda di wilayah suku-suku yang tak terjangkau di sepanjang perbatasan Pakistan dan Afganistan.

Pemerintah Pakistan telah berulang kali memprotes serangan pesawat tak berawak sebagai pelanggaran kedaulatan. Atas protes itu, penggunaan pesawat tersebut sedikit berkurang. Selama kunjungan ke Islamabad pada awal Agustus 2013, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan bahwa serangan pesawat tak berawak yang menargetkan Taliban dan AlQaeda di Pakistan bisa "segera" diakhiri begitu ancaman militan surut.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X