Kompas.com - 05/09/2013, 22:32 WIB
Ilustrasi penembakan. ShutterstockIlustrasi penembakan.
|
EditorErvan Hardoko
MANILA, KOMPAS.com — Seorang editor sebuah harian di Filipina yang belum lama ini menulis berita soal judi gelap ditemukan tewas ditembak di Calapan City, Provinsi Mindoro Orienta.

Menurut polisi, Vergel Bico—nama editor itu—adalah wartawan kedua yang dibunuh di Filipina dalam sepekan terakhir.

Polisi sejauh ini belum dapat menyimpulkan motif penembakan ini. Kantor berita AP , Kamis (5/9/2013), melaporkan, Bico ditembak dua kali di kepalanya pada Rabu saat dia pulang bekerja sambil mengendarai sepeda motornya.

Kepala polisi setempat, D'Artagnan Katalbas, mengatakan, penembak Bico kemudian melarikan diri dengan sepeda motor yang dikendarai bersama seorang pria lainnya.

Belum jelas apa motif penembakan wartawan ini. Namun, kejadian di Calapan City ini boleh jadi berkaitan dengan pekerjaan Bico sebagai wartawan.

"Kami masih mencari tersangka," ujar Katalbas.

Bico (41) adalah editor mingguan Kalahi yang terbit di Calapan City, sekitar 120 kilometer sebelah selatan ibu kota Manila.

Ronald Bula, penerbit mingguan Bandera Pilipino, tempat Bico bekerja sebagai kolumnis selama dua tahun sebelum keluar pada Oktober lalu, mengatakan, Bico belum lama ini menulis artikel menyangkut judi gelap di kota Mindoro, yang juga berada di kawasan itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pekan lalu, penyiar radio Fernando Solijon ditembak mati seseorang yang mengendarai sepeda motor di kota Iligan, Filipina selatan.

Persatuan Wartawan Nasional Filipina mengatakan, Solijon telah mengkritik seorang politisi setempat lewat programnya.

Selain itu, Solijon menghubungkan seorang kepala desa dengan perdagangan ilegal obat terlarang. Hampir 160 wartawan terbunuh di Filipina sejak jatuhnya diktator Ferdinand Marcos pada tahun 1986.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X