Organisasi Internasional Desak Nepal Usut Kasus Pembunuhan 2004

Kompas.com - 05/09/2013, 12:56 WIB
SHUTTERSTOCK
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Organisasi internasional mendesak pemerintah Nepal mengusut kasus pembunuhan pada 2004 yang menewaskan Krishna Prasad Adhikari. Korban diduga dibunuh oleh kader kelompok komunis Nepal (Maoist), tulis AP pada Kamis (5/9/2013).

Salah satu pihak yang mendesak pemerintah Nepal yang kini dipegang oleh Partai Persatuan Komunis Nepal (UCPN) adalah Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR). Komisi ini berangkat dari protes mogok makan yang sudah berlangsung sebulan oleh pasangan suami istri Nanda Prasad Adhikari and Ganga Maya Adhikari. Tak lain dan tak bukan, kedua sosok ini adalah orangtua Krishna Prasad Adhikari. "Protes lewat aksi mogok makan ini adalah satu-satunya cara mencari keadilan keduanya,"kata Juru Bicara OHCHR Rupert Coville di Kathmandu.

Coville mengatakan pihaknya memberi sambutan baik kepada kepolisian Nepal yang membuka kembali kasus tersebut. "Kami mendapat informasi kalau keduanya menolak untuk menghentikan mogok makan,"kata Coville.

Sementara itu lembaga seperti Komisi Internasional Juri Pengadilan (ICJ) juga mengekspresikan hal sama. "ICJ memprotes kegagalan pemerintah Nepal menginvestigasi dan mengadili kasus pembunuhan itu,"demikian pernyataan lembaga itu.

Tapi, UCPN berpendapat kalau kasus-kasus pada perang saudara 2004 lalu sudah tuntas bersamaan dengan usainya kerja Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. Bahkan, Bos UCPN Pushpa Kamal Dahal mengatakan dirinya siap masuk penjara tapi tak akan menerima investigasi pembunuhan itu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X