Kompas.com - 05/09/2013, 10:12 WIB
Para menteri luar negeri Liga Arab menggelar pertemuan soal Suriah, di Kairo, Mesir, Minggu (1/9/2013). GIANLUIGI GUERCIA / AFPPara menteri luar negeri Liga Arab menggelar pertemuan soal Suriah, di Kairo, Mesir, Minggu (1/9/2013).
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM - Negara-negara Arab menawarkan untuk bantu membiayai intervensi militer AS di Suriah, kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, kepada anggota parlemen Rabu (4/9). Kerry berada di gedung parlemen dalam rangka  mencari dukungan bagi serangan rudal AS ke Suriah.

"Sehubungan dengan sejumlah negara Arab yang memberikan tawaran untuk menanggung biaya dan membantu, jawabannya adalah tentu saja ya, mereka boleh membantu. Tawaran itu ada di atas meja," kata Kerry saat tampil di hadapan panel DPR AS.  Ia mengatakan, tawaran tersebut "cukup signifikan."

"Beberapa dari mereka mengatakan bahwa jika AS siap melakukan segalanya seperti yang kita lakukan sebelumnya di tempat-tempat yang lain, mereka akan membayar harganya. Itu merupakan wujud dedikasi mereka untuk masalah ini."

Kerry tidak menjelaskan negara Arab mana saja yang telah memberikan tawaran itu.

Namun ia menekankan, “Jelas sekali, hal itu tidak tertera dimanapun, dan tidak ada seorangpun yang membicarakannya. Namun mereka berbicara mengenai pentingnya pekerjaan (serangan) ini dilakukan."

Kerry tampil di hadapan komite Urusan Luar Negeri Senat pada hari kedua guna membujuk para anggota parlemen menyetujui serangan militer terbatas terhadap Suriah.

Washington telah memimpin tuduhan bahwa rezim Presiden Suriah, Bashar Al Assad, melepaskan gas sarin pada 21 Agustus terhadap penduduk di pinggiran kota Damaskus. Serangan itu, menurut laporan intelijen AS, telah menewaskan sekitar 1.400 orang.

Presiden Barack Obama menegaskan bahwa rezim Assad telah menyeberangi garis merah terkait penggunaan senjata mengerikan itu dan harus dihukum sehingga kemampuan militernya terdegradasi .

Panel Senat AS, Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari waktu Indonesia, memutuskan untuk menyetujui pengerahan militer AS ke Suriah. Persetujuan itu diputuskan melalui pemungutan suara setelah debat maraton dan sengit selama dua hari. Keputusan panel itu akan segera dibawa ke sidang penuh senat untuk kemudian dilajutkan ke kongres.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.