Ikhwanul Muslimin Adukan Militer Mesir ke Mahkamah Internasional

Kompas.com - 05/09/2013, 09:51 WIB
Seorang wanita Mesir mencoba untuk menghentikan buldoser militer yang akan menyakiti seorang pemuda terluka dalam bentrokan yang pecah ketika pasukan keamanan Mesir membubarkan pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursidi di kamp besar dekat Masjid Rabaa al-Adawiya di Kairo, 14 Agustus 2013. AFP PHOTO / MOHAMMED ABDEL MONEIMSeorang wanita Mesir mencoba untuk menghentikan buldoser militer yang akan menyakiti seorang pemuda terluka dalam bentrokan yang pecah ketika pasukan keamanan Mesir membubarkan pendukung Presiden Mesir terguling Muhammad Mursidi di kamp besar dekat Masjid Rabaa al-Adawiya di Kairo, 14 Agustus 2013.
EditorTri Wahono


JAKARTA, KOMPAS.com -
 Aksi militer Mesir menggulingkan Presiden Muhammad Mursi, membubarkan unjuk rasa, dan menangkapi tokoh Ikhwanul Muslimin merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Ikhwanul Muslimin akan mengadukan hal itu ke Mahkamah Internasional.

Kepala Hubungan Internasional Ikhwanul Muslimin (IM) Ahmed Mohammed Fahmy El Watidi mengatakan hal itu saat bertemu dengan sejumlah organisasi Islam di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

"Kami telah membentuk tim yang melibatkan sejumlah ahli hukum dari beberapa negara. Saat ini, kami sedang mengumpulkan data dan bukti-bukti pelanggaran itu," katanya.

Menurut Ahmed, IM dan perwakilan masyarakat tetap akan mengedepankan dialog damai. Namun, dialog tidak akan terjadi jika militer campur tangan dalam politik Mesir. ”Dialog itu juga tak akan berhasil jika politisi dan tokoh-tokoh kelompok Islam diburu dan ditahan,” ujarnya.

Ahmed berharap ada dukungan internasional untuk menyelesaikan krisis Mesir. Terlebih, dukungan untuk mengembalikan kekuasaan Mursi yang terpilih dalam pemilu.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengecam aksi militer menggulingkan Mursi. Ia juga mengecam tindakan militer terhadap partai dan organisasi Islam di Mesir. ”Tindakan itu merupakan bentuk terorisme militer,” katanya.

Vonis

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Kairo, pengadilan Mesir menjatuhkan vonis penjara kepada 52 aktivis IM. Satu orang dihukum penjara seumur hidup, 3 orang dikenai penjara 15 tahun, serta 48 orang dihukum penjara antara 5 tahun dan 10 tahun.

Otoritas pengadilan mengatakan, para terdakwa terbukti telah ”menembak dan mengadopsi cara-cara kekerasan”. Adapun 12 aktivis lain dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam kekerasan tersebut.

Laporan itu mengoreksi informasi dari sumber militer yang sebelumnya mengatakan 11 anggota IM dihukum penjara seumur hidup. Sebanyak 45 orang dihukum penjara 5 tahun dan delapan orang dibebaskan karena tidak terbukti terlibat.

Hukuman berat dijatuhkan karena mereka melawan aparat keamanan dalam insiden 14 Agustus. Tentara dan polisi saat itu membongkar paksa kamp loyalis Mursi di alun-alun Rabaa al-Adawiya dan Lapangan En- Nahda, Kairo. Mereka menuntut pemulihan jabatan Mursi.

Unjuk rasa itu dibubarkan aparat keamanan sehingga memicu bentrokan di seluruh negeri. Ribuan orang tewas, termasuk puluhan polisi. Tindakan keras polisi dan tentara hingga menelan banyak korban itu lebih buruk daripada revolusi tahun 2011 yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak.

Pengadilan Mesir sebelumnya menjatuhkan vonis terhadap 26 aktivis IM atas tuduhan menyerang tentara menggunakan bom molotov. Sebanyak 52 aktivis yang disidang belakangan juga didakwa dengan kasus yang sama, yakni melawan tentara dengan senjata api dan melakukan kekerasan.

Pemimpin tertinggi IM, Mohamed Badie, dan Sekjen Partai Kebebasan dan Keadilan (sayap politik IM) Mohammed al-Beltag juga ditangkap polisi. (HEN/AFP/AP/REUTERS/CAL)

Baca tentang


Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X