Kompas.com - 05/09/2013, 05:43 WIB
Ahmed (tengah) menangisi ayahnya Abdulaziz Abu Ahmed Khrer, yang tewas terbunuh oleh sniper anggota pasukan pemerintah, saat pemakaman ayahnya di Idlib, utara Suriah, 8 Maret 2012. AP PHOTO / RODRIGO ABDAhmed (tengah) menangisi ayahnya Abdulaziz Abu Ahmed Khrer, yang tewas terbunuh oleh sniper anggota pasukan pemerintah, saat pemakaman ayahnya di Idlib, utara Suriah, 8 Maret 2012.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

WASHINGTON, KOMPAS.com
 — Pemimpin
Gereja Katolik Roma di Amerika Serikat, Rabu (4/9/2013), menyatakan menentang aksi militer ke Suriah. Serangan militer dinilai hanya akan menyebabkan "konsekuensi negatif yang tak diharapkan".

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada
Presiden Amerika Barack Obama, Konferensi Uskup Katolik AS berpendapat, seharusnya Amerika justru bekerja keras tanpa kenal lelah dengan negara lain untuk mengakhiri perang saudara yang berlarut-larut di Suriah.

Sembari mengutuk penggunaan senjata kimia di Suriah, surat itu, mengutip Paus Fransiskus dan Uskup Kristen di Timur Tengah, mendesak masyarakat internasional mengakhiri intervensi militer. "Mereka dengan jelas menyatakan bahwa serangan militer akan kontraproduktif, akan memperburuk situasi yang sudah mematikan dan punya konsekuensi negatif yang tak diinginkan," tulis surat itu.

Surat itu ditandatangani oleh Kardinal New York Timothy Dolan yang juga ketua konferensi tersebut, dan Uskup Richard Pates dari Iowa yang adalah ketua keadilan internasional dan komite perdamaian dalam konferensi. Gereja Katolik Roma adalah kekuatan Kristen terbesar di Amerika Serikat.

Adapun Obama yang berada di Swedia, Rabu, dalam perjalanan menuju pertemuan puncak G-20 di Rusia, mengharapkan dukungan global untuk menghukum Suriah atas penggunaan senjata kimia kepada warga sipilnya sendiri.

Paus Fransiskus telah menyatakan, Sabtu (7/9/2013) adalah hari puasa dan doa bagi Suriah. Akhir pekan lalu Paus juga menyatakan bahwa "Tuhan dan sejarah" yang akan menghakimi mereka yang menggunakan senjata kimia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.