Kompas.com - 05/09/2013, 03:49 WIB
Situasi sidang Panel Senat Amerika Serikat yang membahas perlu tidaknya Amerika Serikat menggelar aksi militer ke Suriah. Panel Senat ini menyetujui digelarnya aksi militer ke Suriah, Rabu (4/9/2013), setelah menggelar sidang marathon dengan perdebatan sengit selama dua hari berturut-turut, Selasa (3/9/2013) dan Rabu. BRENDAN SMIALOWSKI / AFPSituasi sidang Panel Senat Amerika Serikat yang membahas perlu tidaknya Amerika Serikat menggelar aksi militer ke Suriah. Panel Senat ini menyetujui digelarnya aksi militer ke Suriah, Rabu (4/9/2013), setelah menggelar sidang marathon dengan perdebatan sengit selama dua hari berturut-turut, Selasa (3/9/2013) dan Rabu.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
WASHINGTON, KOMPAS.com — Panel Senat Amerika Serikat yang membidangi masalah luar negeri, Rabu (4/9/2013) petang waktu setempat atau Kamis (5/9/2013) dini hari waktu Indonesia, menyetujui resolusi untuk memberikan otoritasi bagi Pemerintah Amerika Serikat menggelar aksi militer di Suriah. Pemungutan suara mendapatkan hasil 10-7 untuk dukungan terhadap resolusi, dengan satu anggota senat hanya menuliskan "hadir".

Keputusan di panel ini akan melempengkan jalan untuk pemungutan suara di sidang penuh senat, yang kemungkinan dijadwalkan berlangsung pekan depan. Apalagi kursi mayoritas senat saat ini diisi para senator dari Partai Demokrat, partai yang mengusung Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat.

Namun, dukungan juga harus didapat dari Partai Republik yang menguasai parlemen (House of Representative) Kongres. Sebelumnya Obama meminta dukungan Kongres terhadap serangan terbatas militer ke Suriah sebagai bentuk hukuman untuk rezim Bashar al Assad yang diduga menggunakan senjata kimia terhadap warga sipilnya sendiri.

Persetujuan panel senat didapat setelah sebelumnya para senator meminta pendefinisian yang jelas untuk aksi militer yang akan digelar Amerika di Suriah. Hasil pemungutan suara di panel senat ini pun menunjukkan bahwa garis partai tak menjadi ukuran mutlak. Dua senator dari Partai Demokrat, Tom Udall dan Tom Murphy, bergabung dengan senator dari Partai Republik, Marco Rubio, John Barrasso, James Risch, Ron Johnson, dan Paul Rand, menolak resolusi tersebut.

Dalam pernyataannya, Udall mengatakan dia terkejut dengan serangan Assad terhadap warga negaranya sendiri menggunakan senjata kimia. Namun, Udall menyatakan tak ingin Amerika terlibat dalam perang Suriah. "Saya memilih 'tidak' karena kebijakan ini akan menggerakkan Amerika terlibat lebih banyak dalam perang sipil Suriah," ujar dia seusai pemungutan suara.

Sebaliknya, tiga senator dari Partai Republik juga berpihak ke kubu Demokrat, dengan mendukung resolusi. Mereka adalah Bob Corker, McCain, dan Jeff Flake. Dia memberikan suara "ya" bersama 7 senator Partai Demokrat, yakni
Ketua panel Robert Menendez, Barbara Boxer, Ben Cardin, Jeanne Shaheen, Chris Coons, Dick Durbin, dan Tim Kaine.

Adapun 1 senator dari Partai Demokrat, Edward Markey, tidak memilih "ya" maupun "tidak". Markey hanya menyatakan "hadir" dalam pemungutan suara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.