Kompas.com - 04/09/2013, 22:33 WIB
Presiden Suriah Bashar al-Assad bersama mantan Menteri Pertahanan Jenderal Ali Habib (tengah) dan Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Daoud Rajha pada Agustus 2010. Dikabarkan Ali Habib membelot dan kini berada di Turki. Al ArabiyaPresiden Suriah Bashar al-Assad bersama mantan Menteri Pertahanan Jenderal Ali Habib (tengah) dan Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Daoud Rajha pada Agustus 2010. Dikabarkan Ali Habib membelot dan kini berada di Turki.
EditorErvan Hardoko
AMMAN, KOMPAS.com — Mantan Menteri Pertahanan Suriah Jenderal Ali Habib, seorang tokoh Alawi terkemuka, dikabarkan membelot dan saat ini berada di Turki. Demikian informasi yang diperoleh Reuters dari seorang tokoh oposisi senior, Rabu (4/9/2013).

Jika pembelotan Ali Habib bisa dikonfirmasi, maka Habib adalah tokoh dengan pangkat dan jabatan tertinggi khususnya dari minoritas Alawi yang membelot sejak pemberontakan pecah pada 2011.

"Ali Habib berhasil lolos dari cengkeraman rezim dan kini berada di Turki. Namun ini bukan berarti Habib bergabung dengan oposisi," kata seorang tokoh oposisi, Kamal al-Labwani di Paris, Perancis.

Sejumlah sumber di negara-negara Teluk mengatakan, Habib membelot pada Selasa (3/9/2013) malam dan tiba di perbatasan Turki sebelum tengah malam bersama dua atau tiga orang lainnya.

Dia lalu dibawa melintasi perbatasan dalam iring-iringan kendaraan.

Habib didampingi sejumlah perwira militer yang mendukung pembelotannya. Para perwira itu dikabarkan juga sudah meninggalkan Suriah, tetapi belum diperoleh informasi lebih lanjut.

Labwani mengatakan, Habib bisa meninggalkan Suriah berkat bantuan dari sebuah negara Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia akan menjadi sumber informasi berharga. Habib memiliki karier militer yang panjang. Dia menjalani tahanan rumah setelah menentang Assad dan menentang pembunuhan para pengunjuk rasa," tambah Labwani.

Seorang perwira Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, Habib tampaknya sudah mengoordinasikan pembelotannya itu dengan Amerika Serikat.

Mantan perwira angkatan darat Suriah itu mengatakan, pasukan Assad kini memiliki sekitar 36.000 perwira, dan 28.000 orang di antaranya adalah kelompok Alawi.

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.