95 Persen Warga Samoa Tidak Bisa Berenang

Kompas.com - 04/09/2013, 19:58 WIB
Pantai Lalomanu, Samoa. ABC AustraliaPantai Lalomanu, Samoa.
EditorErvan Hardoko

APIA, KOMPAS.com — Seorang pria warga Samoa, Seti Afoa, mengampanyekan olahraga renang di negara yang hampir 95 persen penduduknya tidak bisa berenang.

"Situasinya kurang lebih sama dengan negara-negara lain di Kepulauan Pasifik, di mana banyak laguna yang dibiarkan tidak tersentuh sebagian besar warga di sekitarnya," katanya.

Bagi banyak orang, mungkin tampak membingungkan melihat laguna-laguna yang  masih alami itu tidak pernah dimanfaatkan. Namun, menurut Afoa, anomali ini berakar dari budaya masyarakat setempat yang enggan berada di sekitar air.

"Ketika beranjak dewasa, saya dilarang bermain di air karena bisa tenggelam. Alasan lain karena di laut ada ikan sehingga kita dilarang menceburkan diri dan ketiga beberapa kawasan memang dikenal sebagai lokasi yang tabu atau suci sehingga tidak diperbolehkan berenang di sana," tuturnya.


Afoa menjadi penyelenggara rangkaian Kejuaraan Renang Samoa bulan lalu, termasuk Kejuaraan Triathlon Samoa pertama yang diikuti perenang dari Selandia Baru, Australia, dan juga perenang lokal.

Rangkaian kejuaraan renang ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih besar, termasuk kejuaraan balap laut dan ajang lomba renang di laguna yang ditujukan untuk mendorong warga setempat gemar olahraga renang.

"Salah satu kesenangan saya pribadi adalah melihat anak-anak muda setempat mencelupkan diri ke air, khususnya mereka yang sebelumnya belum pernah berenang," ungkapnya.

Afoa mengatakan, warga Samoa memang memiliki keterikatan sejarah dengan air yang dituangkan dalam cerita legenda mengenai kesatria-kesatria laut dan warga yang mampu berenang dari satu pulau ke pulau lain, tetapi cerita-cerita itu sudah lama hilang.

"Jadi, sejarah mengenai kepulauan di Pasifik telah berganti dengan kehidupan modern dan kami berusaha untuk merangkul situasi sekarang ini dengan mendorong warga lokal untuk berenang."

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X