Kompas.com - 04/09/2013, 19:31 WIB
EditorErvan Hardoko

KABUL, KOMPAS.com — Kelompok hak asasi manusia yang bermarkas di New York, Human Rights Watch (HRW), menyerukan kepada Presiden Afganistan Hamid Karzai untuk mengambil tindakan segera guna mencegah pernikahan anak dan kekerasan terhadap perempuan.

Seruan tersebut disampaikan HRW dalam surat kepada Presiden Karzai.

HRW mengatakan, Presiden harus memberlakukan undang-undang yang dikeluarkan pada 2009 tentang pemberantasan kekerasan terhadap perempuan, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC di Kabul, Bilal Sarwary.

Penerapan undang-undang itu, menurut HRW, harus menjadi prioritas Presiden pada tahun terakhir masa jabatannya yang akan berakhir pada April 2014.

Bila Presiden menandatangani undang-undang yang menentang kekerasan terhadap perempuan, hal itu akan menjadi perlindungan penting terhadap pernikahan anak dan kekerasan terhadap perempuan.

HRW berpendapat, perkawinan anak meningkatkan kehamilan dini yang kemudian memperbesar risiko kematian dan cacat saat melahirkan.

Menurut Kementerian Kesehatan Afganistan, setiap dua jam, satu perempuan negara itu meninggal dunia terkait kehamilan atau masalah-masalah kehamilan.

Survei lainnya menunjukkan bahwa lebih dari 85 persen perempuan mengaku telah mengalami kekerasan fisik, kekerasan seksual, kekerasan atau perkawinan paksa.

Bilal Sarwary melaporkan undang-undang berisi hukuman baru dalam kasus pelecahan terhadap perempuan.

"Untuk pertama kalinya, pernikahan anak dan pernikahan paksa tergolong tindak kejahatan," jelasnya.

Meskipun usia minimum untuk menikah bagi perempuan ditetapkan 16 tahun dan 18 untuk pria, perkawinan anak masih marak di seluruh Afganistan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.