Demi Anak, Pasangan Nepal Ancam Mogok Makan sampai Mati

Kompas.com - 04/09/2013, 15:08 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Awalnya, Krishna Prasad terbunuh saat kelompok Maoist melakukan pergolakan politik di Nepal pada 2004 silam. Ada dugaan, pelaku pembunuhan adalah kader-kader kelompok komunis tersebut.

Apa lacur, simpang siur soal kematian itu tetaplah simpang siur. Kedua orangtua almarhum, Nanda Prasad dan Ganga Maya Adhikara, cuma bisa mencari ke sana-kemari tanpa jawaban pasti, bahkan dari pemerintahan Maoist yang kini berkuasa.

Rupanya, pilihan satu-satunya adalah aksi mogok makan. Oleh karenanya, beberapa waktu silam, pasangan suami istri itu pun melakukan aksi tersebut.

Bak gayung bersambut, aksi protes ini mendapat respons dari dunia internasional. Paling tidak, warta AP pada Rabu (4/9/2013) menunjukkan kalau aktivis kemanusiaan mulai berunjuk rasa dan mendesak kasus pencarian keadilan itu tetap berjalan.

Perintah MA

Sikap keras pasangan ini ternyata membuat keputusan Mahkamah Agung (MA) Nepal mental. Pasalnya, meski lembaga keadilan tertinggi itu sudah mengeluarkan perintah agar keduanya makan, pasangan tersebut bergeming. "Kami akan mogok makan sampai mati," kata mereka berdua.

Sejatinya, kondisi fisik mereka sudah mencapai titik kritis. Minggu lalu, keduanya dirujuk ke bagian perawatan intensif rumah sakit di Kathmandu.

Pihak Maoist melalui ketuanya, Pushpa Kamal Dahal, kemarin, mengingatkan bahwa kasus tersebut tak perlu diungkit lagi. "Masa perang pada 2004 itu sudah selesai dengan berakhirnya tugas Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Perdana Menteri Nepal Krishna Hari Baskota mengatakan bahwa pemerintah menginginkan agar investigasi kasus itu berlanjut.

Pada bagian lain, Direktur Rumah Sakit Bir Kathmandu Buland Thapa mengatakan, pihaknya sudah memberi makanan cair melalui saluran pernapasan keduanya. "Kondisi keduanya lumayan membaik. Tapi, tanpa adanya asupan makanan dalam beberapa hari ke depan, pasangan ini bisa pingsan," katanya mengingatkan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X