Kompas.com - 04/09/2013, 10:15 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM - Presiden Barack Obama mendapat dukungan dari tokoh-tokoh politik penting di Senat AS terkait rencananya untuk melakukan serangan militer ke Suriah.

Obama mengatakan "serangan terbatas" diperlukan untuk melemahkan pertahanan Presiden Bashar al-Assad sebagai respon atas dugaan serangan dengan senjata kimia. Pimpinan Partai Republik John Boehner dan Eric Cantor mengutarakan dukungan mereka untuk aksi militer.

Kongres diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pekan depan.

PBB sebelumnya mengkonfirmasi bahwa lebih dari dua juta warga Suriah kini menjadi pengungsi. Lebih dari 100.000 orang diduga tewas sejak pemberontakan terhadap Presiden Assad dimulai pada Maret 2011.

Strategi lebih luas

Presiden Obama dan Wakil Presiden Joe Biden bertemu Ketua Senat John Boehner, pemimpin Partai Demokrat di Senat Nancy Pelosi dan para pimpinan serta anggota komite keamanan nasional di Washington pada hari Selasa (03/09).

Boehner mengatakan ia mendukung seruan Obama dan bahwa hanya AS yang memiliki kapasitas untuk menghentikan Presiden Assad. Boehner mendesak para koleganya di Kongres untuk meniru sikapnya.

Cantor, pemimpin mayoritas Senat juga mengatakan ia mendukung Obama. Senator Republik dari negara bagian Virginia itu mengatakan, "Suriah di bawah kepemimpinan Assad, adalah negara penyokong terorisme, perwujudan negara radikal, dan sejak lama menjadi ancaman bagi kepentingan Amerika dan para mitranya."

Obama mengatakan bahwa Assad harus bertanggung jawab atas serangan kimia dan ia yakin Kongres akan mendukungnya. Ia mengatakan ia mendukung aksi militer yang akan membuat Presiden Assad tidak akan pernah lagi bisa menggunakan senjata kimia "sekarang dan di masa depan."

"Yang kami bayangkan adalah sesuatu yang terbatas. Sesuatu yang proporsional," kata Obama. "Pada saat yang sama, kami memiliki strategi lebih luas yang memungkinkan kita meningkatkan kemampuan pihak oposisi."

Selasa malam, Menteri Luar Negeri John Kerry, Menteri Pertahanan Chuck Hagel dan pejabat tinggi militer AS, Jend. Martin Dempsey, hadir di Komite Senat untuk Hubungan Luar Negeri.

Kerry mengatakan kepada panel bahwa para sekutu AS seperti Israel dan Yordania "hanya satu desah nafas saja" dari kemungkinan menjadi korban dari serangan senjata kimia, dan bahwa sikap diam AS hanya akan memperkuat presiden Suriah. "Ini bukan saatnya untuk duduk berdiam diri," kata Kerry. "Ini bukan saatnya untuk menjadi penonton sebuah pembantaian. Negara kita mau pun kesadaran kita tidak dapat menanggung ongkos dari sikap berdiam diri."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.