Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2013, 02:19 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani
BAGHDAD, KOMPAS.com — Gelombang bom mobil mengoyak daerah Syiah di Baghdad, Irak, Selasa (3/9/2013). Sekitar 50 orang diperkirakan tewas.

Gelombang kekerasan ini semakin menguatkan kekhawatiran situasi Irak akan kembali seperti era 2006-2007. Kekhawatiran memuncak seiring kebuntuan politik yang tak kunjung menemukan penyelesaian dan memanasnya situasi politik di Suriah.

Sebelas bom mobil meledak di lingkungan yang didominasi warga Syiah di Baghdad, menewaskan tak kurang dari 40 orang dan melukai 100 orang lain. Ledakan terjadi pada pukul 18.00 waktu setempat atau 22.00 WIB. Ledakan menghantam deretan bangunan sipil, mulai dari kedai es krim di pusat Karrada sampai ke pasar populer di Maamal.

Bom mobil lain meledak di dekat sebuah masjid Syiah di timur Baghdad. Kendaraan lain juga meledak di dekat grosir buah dan sayuran yang ramai, merusak lebih dari selusin toko, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan AFP.

Pola pengeboman ini disebut memperlihatkan tren baru karena membidik keramaian orang yang mengunjungi kafe dan tempat umum pada malam hari. Biasanya, kekerasan yang terjadi di Irak menyasar keramaian di pagi hari, memanfaatkan kemacetan jalanan.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Brigjen Saad Maan menyebutkan, 9 orang tewas dan 81 orang tewas dalam 10 serangan sepanjang Selasa malam. Namun, berdasarkan data selama ini, kementerian kerap mengeluarkan data yang jauh lebih kecil dibandingkan fakta di lapangan yang dilaporkan pihak keamanan dan petugas medis.

Sepuluh orang lainnya tewas dalam serangan pada Senin (2/9/2013). Sekelompok orang memasuki rumah salah satu milisi Sunni di Baghdad, membunuh dia berikut istri, dua putra, dan seorang putrinya. Serangan ini terjadi dua hari setelah serangan terhadap milisi Sunni yang menewaskan 12 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.