Kompas.com - 03/09/2013, 12:48 WIB
Foto ini menampilkan Presiden Suriah Bashar al-Assad saat menerima Gubernur Hama Anas Abdel Razzaq al-Naem pada Juli 2011. Gubernur Hama tewas dalam serangan bom mobil, Minggu (25/8/2013). Al ArabiyaFoto ini menampilkan Presiden Suriah Bashar al-Assad saat menerima Gubernur Hama Anas Abdel Razzaq al-Naem pada Juli 2011. Gubernur Hama tewas dalam serangan bom mobil, Minggu (25/8/2013).
EditorEgidius Patnistik

Dalam wawancara dengan Figaro itu, Assad mengatakan "semua tuduhan didasarkan pada tuduhan teroris dan video tak berdasar yang di-posting di internet."

Laporan Perancis itu tidak membuat referensi khusus tentang lembaga-lembaga yang terlibat atau bagaimana intelijen mengumpulkan bahan tentang serangan itu, selain merujuk pada video mereka yang terluka atau terbunuh, laporan para dokter, dan "evaluasi independen" antara lain dari salah satu dari lembaga bantuan kemanusiaan yang berbasis di Paris, yaitu kelompok Dokter Lintas Batas (Doctors Without Borders) tiga hari setelah serangan itu.

Seorang pejabat pemerintah Perancis, yang tidak mau disebut jatidirinya karena ia bukan pejabat berwenang untuk berbicara tentang masalah itu terkait dengan sensivitas masalah tersebut, mengatakan analisis itu ditulis oleh para agen mata-mata DGSE dan unit intelijen militer, DRM, dan didasarkan pada citra satelit, gambar video, dan sumber-sumber di darat, ditambah sampel yang dikumpulkan dari dugaan serangan kimia pada April lalu.

Laporan itu mengatakan "sangat tidak mungkin" bahwa oposisi Suriah telah memalsukan gambar-gambar penderitaan anak-anak yang muncul secara online. Laporan itu juga mengatakan, intelijen menunjukkan pihak oposisi "tidak punya sarana untuk melakukan sebuah serangan yang besar dengan bahan kimia."

Pada saat serangan itu, rezim Assad takut akan kemungkinan serangan oposisi di Damaskus. Rezim itu, menurut laporan tersebut, sedang berupaya untuk menggagalkan kemungkin serangan dan mengamankan tempat-tempat strategis demi terus mengontrol Damaskus.

Sinopsis itu juga mengatakan dinas intelijen Perancis telah mengumpulkan contoh urin, darah, tanah dan amunisi dari dua serangan pada April di Saraqeb dan Jobar, yang menegaskan adanya penggunaan gas sarin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X