Canberra Terlalu Sepi bagi Pelajar China

Kompas.com - 03/09/2013, 11:14 WIB
ABC Katy Gallagher mengatakan, banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang Canberra sebagai tujuan studi.
Sebagian besar pelajar China tidak memilih untuk studi di Canberra, dan mereka yang memilih Canberra menyatakan ibukota Australia itu terlalu sepi.

Demikian dikatakan  Ketua Menteri ACT (Australian Capital Territory), Katy Gallagher. Ia berada di China bersama Wakil Rektor University of Canberra, Stephen Parker, dan Wakil Rektor Australian National University, Ian Young, untuk mempromosikan Canberra sebagai tujuan pendidikan tinggi dan bisnis.

Mereka mengunjungi universitas-universitas besar di Shanghai dan Beijing.

Gallagher mengatakan, dalam kunjungan itu ia mendapati bahwa sebagian besar pelajar China ingin pergi ke Sydney atau Melbourne, bukan Canberra, untuk belajar di Australia.

"Kita perlu mencari jalan bagaimana mengubahnya menjadi suatu kekuatan. Canberra dipandang di China sebagai tujuan pendidikan yang berkualitas di kalangan mereka yang tahu, tapi kebanyakan orang tidak tahu tentang Canberra," katanya.

Kesempatan baru

Sebelumnya minggu ini, Gallagher meninjau salah satu sarana riset dan pengembangan Huawei di Shanghai. Ia mengatakan, perusahaan raksasa komunikasi itu ingin memperluas hubungan dengan komunitas ACT.

"Mereka setuju untuk memberi kesempatan kepada dua mahasiswa ACT setiap tahun untuk pergi kesana dan magang atau mendapat pengalaman kerja di pusat riset dan pembangunan dan inovasi mereka," katanya. "Selain itu empat akademisi diberi kesempatan untuk pergi kesana dan melihat kegiatan Huawei di Shanghai dan Beijing."



EditorEgidius Patnistik
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional

Close Ads X