Kompas.com - 02/09/2013, 11:20 WIB
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com — Menlu Australia Bob Carr mengatakan, penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah terhadap rakyatnya sendiri perlu direspons masyarakat internasional. Namun, dia mengatakan bahwa Australia tak perlu perlu berkontribusi pada reaksi Amerika Serikat terhadap krisis tersebut.

Carr mengatakan, Australia siap untuk mendukung pemerintahan Obama. Namun, ia tidak menganggap Australia perlu memberikan komitmen militer.

"Kami berpendapat, jika sebuah pemerintah menggunakan senjata kimia terhadap warga tak berdosa, perbuatan itu perlu direspons. Kami yakin pemerintahan Obama sudah menimbang-nimbang dengan saksama terhadap respons yang akan diambil," katanya.

Carr menjelaskan, Amerika sudah mengatakan bahwa respons tersebut adalah tidak akan menjejakkan kaki di Suriah dan tidak akan lama. Tujuannya bukanlah mengganti rezim di Suriah, dan bukannya Amerika berpihak pada kaum pemberontak.

"Amerika mempertegas norma internasional, yakni pandangan bahwa suatu negara yang membunuh rakyatnya sendiri dengan senjata kimia seharusnya mendapat respons tegas dan pantas dari masyarakat dunia. Hanya pembunuh dan penjahat kejam yang bisa merestui serangan seperti itu terhadap anak-anak," kata Carr.

Hindari kawasan

Sementara itu, Perdana Menteri Kevin Rudd kembali mengulangi peringatannya kepada warga Australia yang tinggal atau bepergian di Timur Tengah agar memperhatikan anjuran yang dikeluarkan Pemerintah Australia.

"Saya tekankan lagi kepada semua warga Australia yang kini berada di Suriah agar keluar dari sana," kata Rudd.

Sementara itu, pemimpin oposisi Tony Abbott mengatakan, Australia secara tradisi mendukung sekutu-sekutunya. Namun, ia mengimbau agar pemerintah tetap berkepada dingin dalam menghadapi situasi di Suriah.

Menurut Abbott, situasi ini sulit dan berbahaya, dan setiap respons yang diambil perlu dipertimbangkan dengan saksama.

"Saya sepenuhnya setuju bahwa kita punya peran untuk mendukung nilai-nilai kepatutan dan menentang kekejian seperti serangan senjata kimia terhadap warga sipil yang tak berdosa. Tapi apa yang saya katakan kemarin adalah janganlah kita membesar-besarkan pentingnya peran kita sendiri di sini," kata Abbott.

Sejumlah negara sudah memperingatkan warganya agar tidak pergi ke negara tetangga, Lebanon, sementara ketegangan di kawasan meningkat karena adanya kemungkinan serangan militer terhadap Suriah.

Menurut sumber keamanan di Lebanon, pada Kamis pekan lalu saja sebanyak 14.000 orang meninggalkan negara itu. Kebanyakan, warga Eropa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.