Australia Dukung AS, tetapi Tak Akan Kirim Pasukan ke Suriah

Kompas.com - 02/09/2013, 11:20 WIB
AFP PHOTO/US NAVY - Andrew Schneider Pesawat F/A-18C bersiap meluncur dari dek penerbangan kapal induk USS Dwight D Eisenhower, 17 Juni 2013 di Laut Mediterania. Pasukan militer AS telah bersiap jika dipanggil untuk menyerang rezim Suriah, kata Menteri Pertahanan Chuck Hagel kepada BBC, 27 Agustus 2013.

CANBERRA, KOMPAS.com — Menlu Australia Bob Carr mengatakan, penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah terhadap rakyatnya sendiri perlu direspons masyarakat internasional. Namun, dia mengatakan bahwa Australia tak perlu perlu berkontribusi pada reaksi Amerika Serikat terhadap krisis tersebut.

Carr mengatakan, Australia siap untuk mendukung pemerintahan Obama. Namun, ia tidak menganggap Australia perlu memberikan komitmen militer.

"Kami berpendapat, jika sebuah pemerintah menggunakan senjata kimia terhadap warga tak berdosa, perbuatan itu perlu direspons. Kami yakin pemerintahan Obama sudah menimbang-nimbang dengan saksama terhadap respons yang akan diambil," katanya.

Carr menjelaskan, Amerika sudah mengatakan bahwa respons tersebut adalah tidak akan menjejakkan kaki di Suriah dan tidak akan lama. Tujuannya bukanlah mengganti rezim di Suriah, dan bukannya Amerika berpihak pada kaum pemberontak.

"Amerika mempertegas norma internasional, yakni pandangan bahwa suatu negara yang membunuh rakyatnya sendiri dengan senjata kimia seharusnya mendapat respons tegas dan pantas dari masyarakat dunia. Hanya pembunuh dan penjahat kejam yang bisa merestui serangan seperti itu terhadap anak-anak," kata Carr.

Hindari kawasan

Sementara itu, Perdana Menteri Kevin Rudd kembali mengulangi peringatannya kepada warga Australia yang tinggal atau bepergian di Timur Tengah agar memperhatikan anjuran yang dikeluarkan Pemerintah Australia.

"Saya tekankan lagi kepada semua warga Australia yang kini berada di Suriah agar keluar dari sana," kata Rudd.

Sementara itu, pemimpin oposisi Tony Abbott mengatakan, Australia secara tradisi mendukung sekutu-sekutunya. Namun, ia mengimbau agar pemerintah tetap berkepada dingin dalam menghadapi situasi di Suriah.

Menurut Abbott, situasi ini sulit dan berbahaya, dan setiap respons yang diambil perlu dipertimbangkan dengan saksama.

"Saya sepenuhnya setuju bahwa kita punya peran untuk mendukung nilai-nilai kepatutan dan menentang kekejian seperti serangan senjata kimia terhadap warga sipil yang tak berdosa. Tapi apa yang saya katakan kemarin adalah janganlah kita membesar-besarkan pentingnya peran kita sendiri di sini," kata Abbott.

Sejumlah negara sudah memperingatkan warganya agar tidak pergi ke negara tetangga, Lebanon, sementara ketegangan di kawasan meningkat karena adanya kemungkinan serangan militer terhadap Suriah.

Menurut sumber keamanan di Lebanon, pada Kamis pekan lalu saja sebanyak 14.000 orang meninggalkan negara itu. Kebanyakan, warga Eropa.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X