Kompas.com - 01/09/2013, 14:45 WIB
|
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM — FBI telah meningkatkan pemantauan terhadap warga Suriah yang tinggal di Amerika Serikat (AS) menjelang kemungkinan serangan militer AS di Suriah, lapor The New York Times, Minggu (1/9/2013).

Badan intelijen domestik itu dan departemen keamanan dalam negerinya juga telah memperingatkan badan-badan federal dan perusahaan-perusahaan swasta bahwa setiap serangan AS bisa memicu serangan cyber, demikian menurut laporan tersebut.

Para peretas yang mengaku sebagai pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan secara kolektif dikenal sebagai Tentara Elektronik Suriah, telah melancarkan sejumlah gangguan dalam beberapa bulan terakhir terhadap perusahaan-perusahaan Amerika, termasuk terhadap Times.

Surat kabar itu mengatakan bahwa para agen FBI berencana untuk mewawancarai ratusan warga Suriah dalam beberapa hari mendatang. Para pejabat AS secara khusus prihatin karena sekutu dekat Suriah, yaitu Iran, telah mengancam bahwa setiap aksi militer terhadap Suriah akan membuat Israel berada dalam kobaran api.

FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri telah mengeluarkan sebuah buletin rahasia yang mengingatkan aparat penegak hukum lokal, federal, dan negara bagian tentang potensi ancaman yang ditimbulkan oleh konflik Suriah, lapor Times. Dilaporkan bahwa para pejabat senior FBI juga telah memberi arahan kepada kantor-kantornya di lapangan untuk menindaklanjuti sumber-sumber yang terkait dengan Suriah sebagai bagian dari upaya untuk mengidentifikasi setiap pembicaraan tentang serangan balasan.

Warga Suriah yang saat ini sedang diselidiki akan ditempatkan di bawah pengawasan yang lebih ketat. "Mereka tidak mulai dari awal, kantor-kantor lapangan tahu apa yang mereka miliki terkait sumber-sumber dan investigasi, tetapi ini adalah arahan bagi mereka untuk melipatgandakan upaya mereka dan memeriksa perangkap mereka," kata seorang pejabat senior AS kepada Times.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.