FBI Tingkatkan Pemantauan Warga Suriah di AS

Kompas.com - 01/09/2013, 14:45 WIB
Sejumlah warga Inggris menggelar demonstrasi, Kamis (29/8/2013), menolak keterlibatan negara tiga singa itu dalam aksi militer ke Suriah, terkait dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al Assad pada serangan Rabu (21/8/2013). Pada hari yang sama, parlemen Inggris menolak mendukung keterlibatan Inggris dalam aksi militer ke Suriah, dengan suara 285 berbanding 272. Andrew Cowie / AFPSejumlah warga Inggris menggelar demonstrasi, Kamis (29/8/2013), menolak keterlibatan negara tiga singa itu dalam aksi militer ke Suriah, terkait dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al Assad pada serangan Rabu (21/8/2013). Pada hari yang sama, parlemen Inggris menolak mendukung keterlibatan Inggris dalam aksi militer ke Suriah, dengan suara 285 berbanding 272.
|
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM — FBI telah meningkatkan pemantauan terhadap warga Suriah yang tinggal di Amerika Serikat (AS) menjelang kemungkinan serangan militer AS di Suriah, lapor The New York Times, Minggu (1/9/2013).

Badan intelijen domestik itu dan departemen keamanan dalam negerinya juga telah memperingatkan badan-badan federal dan perusahaan-perusahaan swasta bahwa setiap serangan AS bisa memicu serangan cyber, demikian menurut laporan tersebut.

Para peretas yang mengaku sebagai pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan secara kolektif dikenal sebagai Tentara Elektronik Suriah, telah melancarkan sejumlah gangguan dalam beberapa bulan terakhir terhadap perusahaan-perusahaan Amerika, termasuk terhadap Times.

Surat kabar itu mengatakan bahwa para agen FBI berencana untuk mewawancarai ratusan warga Suriah dalam beberapa hari mendatang. Para pejabat AS secara khusus prihatin karena sekutu dekat Suriah, yaitu Iran, telah mengancam bahwa setiap aksi militer terhadap Suriah akan membuat Israel berada dalam kobaran api.

FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri telah mengeluarkan sebuah buletin rahasia yang mengingatkan aparat penegak hukum lokal, federal, dan negara bagian tentang potensi ancaman yang ditimbulkan oleh konflik Suriah, lapor Times. Dilaporkan bahwa para pejabat senior FBI juga telah memberi arahan kepada kantor-kantornya di lapangan untuk menindaklanjuti sumber-sumber yang terkait dengan Suriah sebagai bagian dari upaya untuk mengidentifikasi setiap pembicaraan tentang serangan balasan.

Warga Suriah yang saat ini sedang diselidiki akan ditempatkan di bawah pengawasan yang lebih ketat. "Mereka tidak mulai dari awal, kantor-kantor lapangan tahu apa yang mereka miliki terkait sumber-sumber dan investigasi, tetapi ini adalah arahan bagi mereka untuk melipatgandakan upaya mereka dan memeriksa perangkap mereka," kata seorang pejabat senior AS kepada Times.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X