Kompas.com - 01/09/2013, 01:02 WIB
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com — Ratusan orang turun ke jalanan di kota Baghdad, Irak, Sabtu (31/8/2013), untuk memprotes uang pensiun besar yang diterima para anggota parlemen di saat sebagian warga Irak menganggur dan sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Polisi mengepung para pengunjuk rasa di Baghdad. Sementara itu, aparat keamanan bersenjatakan pentungan, gas air mata, dan meriam air membubarkan unjuk rasa di kota Nassiriya, wilayah selatan Irak.

Unjuk rasa warga Irak ini menandakan kemarahan warga karena para anggota parlemen bisa mendapatkan penghasilan hingga ribuan dollar AS per bulan ditambah berbagai fasilitas dari negara.

Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan meneriakkan berbagai yel-yel yang mengecam para pejabat yang bergelimang kemewahan.

"Minyak untuk rakyat, bukan untuk para pencuri!" begitulah teriakan para pengunjuk rasa yang berkumpul di sebuah lapangan di sisi timur Baghdad itu.

Demi mengurangi ruang para pengunjuk rasa, polisi menutup sebagian besar jembatan yang menghubungkan kedua sisi kota Baghdad yang dibelah sungai Tigris itu.

Aparat keamanan juga melarang media massa untuk meliput jalannya unjuk rasa ini.

Sementara itu, di kota Nassiriya, 300 kilometer di sebelah tenggara Baghdad, polisi bersenjatakan pentungan melukai 11 orang dan menahan 10 pengunjuk rasa saat membubarkan aksi protes di kota itu.

Akibat direpotkan dengan berbagai aksi kekerasan dan bentrokan sektarian, Pemerintah Irak memang hanya sedikit berbuat untuk meningkatkan sektor pendidikan, perumahan, dan infrastruktur lainnya.

Sebagian besar rakyat Irak juga hidup susah dan harus mati-matian memenuhi sejumlah kebutuhan dasar mereka.

Angka pengangguran juga sangat tinggi, yaitu sekitar 11 persen pada 2011. Namun, Dana Moneter Internasional (IMF) yakin, angka pengangguran di Irak jauh lebih tinggi, terutama di kalangan anak muda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.