Kompas.com - 31/08/2013, 04:58 WIB
Presiden AS Barack Obama berbicara di Henninger High School, 22 Agustus 2013 di Syracuse, New York. AFP PHOTO / JEWEL SAMADPresiden AS Barack Obama berbicara di Henninger High School, 22 Agustus 2013 di Syracuse, New York.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
WASHINGTON, KOMPAS.com — Para pejabat militer Amerika Serikat disebut tengah terlibat dalam perdebatan sengit tentang apakah tindakan militer ke Suriah akan berupa serangan terbatas memakai rudal jejalah ataukah serangan luas yang dapat dianggap sebagai invasi ke Suriah.

Pilihan penggunaan rudal jelajah menekankan pada pesan untuk pelanggaran penggunaan senjata kimia, sementara serangan meluas dapat diartikan sebagai intervensi atas perang saudara yang telah mengoyak Suriah sejak 2011 dan menewaskan lebih dari 100.000 warga negara itu.

Perdebatan berlangsung sengit sekaligus hati-hati karena kesadaran bahwa tindakan militer apa pun yang mungkin dilancarkan ke Suriah akan berdampak meluas ke kawasan sekitarnya. Tindakan militer pun dipastikan tidak akan diambil sampai seluruh tim penyelidik PBB yang memeriksa dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah telah seluruhnya keluar dari negara itu.

Anggota terkemuka parlemen Amerika pun menyarankan tindakan militer tak tergesa diambil. Terlebih lagi, Presiden Barack Obama juga dijadwalkan menghadiri pertemuan G-20 di Rusia dan kunjungan kenegaraan ke Swedia. Bila tindakan militer diambil, perintah tersebut tidak diharapkan muncul saat Obama berada di kedua negara itu.

Presiden Obama menggelar briefing dengan tim keamanan nasionalnya terkait konflik Suriah, Jumat (30/8/2013) pagi waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Obama disebut mengatakan Amerika tidak keberatan "berjalan sendiri" bila diperlukan, menyusul kekalahan Pemerintah Inggris dalam pemungutan suara di parlemen untuk memutuskan apakah Inggris akan terlibat dalam aksi militer ke Suriah atau tidak pada Kamis (29/8/2013).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Sumber Reuters
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.