Kompas.com - 30/08/2013, 20:02 WIB
Foto yang dirilis kantor berita oposisi Suriah, Shaam, menampilkan para aktivis oposisi tengah memeriksa korban tewas yang diklaim akibat serangan senjata kimi di Ghouta, dekat Damaskus, Suriah. SHAAM NEWS NETWORK / AFPFoto yang dirilis kantor berita oposisi Suriah, Shaam, menampilkan para aktivis oposisi tengah memeriksa korban tewas yang diklaim akibat serangan senjata kimi di Ghouta, dekat Damaskus, Suriah.
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com — Lembaga sosial Save The Children mengecam keras dugaan penggunaan bom napalm di salah satu sekolah di Suriah utara.

"Kami mengecam penggunaan senjata kimia, khususnya atas anak-anak, sebagai sebuah kejahatan dan mendesak apa pun tindakan yang diambil maka anak-anak harus menjadi prioritas untuk dilindungi dan aman dari kekerasan," seperti tertulis dalam pernyataannya.

Pernyataan itu menyusul program investigasi Panorama di BBC yang mewawancarai sejumlah saksi mata yang mengatakan sebuah pesawat tempur terbang rendah dan menjatuhkan bom di halaman bermain sekolah.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 10 siswa dan sejumlah lainnya menderita luka bakar.

Rekaman gambar memperlihatkan anak-anak dan orang dewasa —dengan pakaian yang terbakar— mendapat perawatan di lantai rumah sakit.

"Laporan yang mengejutkan dari BBC tentang dugaan serangan napalm di sebuah sekolah di Suriah utara memperlihatkan sekolah yang mestinya merupakan tempat yang aman bagi anak-anak, sudah menjadi sasaran dalam konflik yang sengit ini," tutur Gareth Owen, Direktur Kemanusiaan Save The Children.

Dia menambahkan, konflik yang berlangsung di Suriah selama dua tahun lebih sudah merusak dan menghancurkan 4.000 sekolah di seluruh Suriah.

Beberapa dari sekolah juga diduduki oleh kelompok yang bertikai sehingga murid-murid tidak bisa menikmati pendidikan lagi.

"Di banyak tempat, anak-anak terlalu takut ke sekolah atau tidak ada lagi sekolah yang dituju."

Bagaimanapun Save The Children tetap berupaya membantu anak-anak agar tetap mendapat akses untuk pendidikan dengan mendirikan pusat-pusat belajar sementara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.