Kompas.com - 30/08/2013, 18:04 WIB
Jenazah diletakkan di kamar mayat darurat yang diklaim tewas dalam serangan gas beracun oleh pasukan pro-pemerintah di Ghouta timur, di pinggiran Damaskus, 21 Agustus 2013. Kelompok oposisi Suriah menuduh rezim membantai 1.300 orang dalam serangan senjata kimia. AFP PHOTO / HO / LOCAL COMMITEE OF ARBEENJenazah diletakkan di kamar mayat darurat yang diklaim tewas dalam serangan gas beracun oleh pasukan pro-pemerintah di Ghouta timur, di pinggiran Damaskus, 21 Agustus 2013. Kelompok oposisi Suriah menuduh rezim membantai 1.300 orang dalam serangan senjata kimia.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com — Pemerintah Rusia, Jumat (30/8/2013), menyambut baik keputusan parlemen Inggris yang menolak keterlibatan militer negeri itu dalam rencana serangan ke Suriah.

Penasihat masalah luar negeri Presiden Vladimir Putin, Yuri Ushakov, mengatakan, keputusan parlemen Inggris menunjukkan kesadaran publik terkait betapa buruknya dampak serangan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.

"Keputusan parlemen Inggris itu mencerminkan pendapat sebagian besar warga Inggris dan Eropa," kata Ushakov.

Ushakov menambahkan, serangan ke Suriah tanpa persetujuan PBB akan merusak tatanan dunia yang ada saat ini, yang berbasis di sekitar Dewan Keamanan PBB tempat Rusia menjadi salah satu negara anggota tetap.

"Semua tindakan tanpa restu DK PBB, akan merusak sistem yang terpusat pada peran penting PBB," tambah Ushakov.

"Selain itu, dengan serangan militer maka situasi di Suriah dan Timur Tengah tidak akan menjadi lebih stabil dan tenang," ujar dia.

Ushakov juga kecewa terhadap keputusan Washington yang tidak berbagi informasi intelijen sehingga membuat AS yakin bahwa rezim Assad yang berada di belakang serangan senjata kimia pekan lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebagian orang memercayai informasi yang diperoleh AS, namun karena kami tidak memiliki informasi ini maka kami tidak memercayainya," pungkas Ushakov.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.