Kompas.com - 30/08/2013, 14:02 WIB
kapal induk USS Harry S Truman (CVN 75) mendekati kapal pengisian bahan bakar USNS Leroy Grumman, 14 Agustus 2013 di Laut Mediterania. Pasukan militer AS telah bersiap jika dipanggil untuk menyerang rezim Suriah, kata Menteri Pertahanan Chuck Hagel kepada BBC, 27 Agustus 2013. AFP PHOTO / US NAVY - Donald R White Jrkapal induk USS Harry S Truman (CVN 75) mendekati kapal pengisian bahan bakar USNS Leroy Grumman, 14 Agustus 2013 di Laut Mediterania. Pasukan militer AS telah bersiap jika dipanggil untuk menyerang rezim Suriah, kata Menteri Pertahanan Chuck Hagel kepada BBC, 27 Agustus 2013.
EditorEgidius Patnistik
MANILA, KOMPAS.com — Amerika Serikat masih mengupayakan "koalisi internasional" dalam menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia oleh Pemerintah Suriah, meskipun parlemen Inggris telah menentang aksi militer, kata Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, Jumat (30/8/2013).

"Pendekatan kami adalah terus menemukan sebuah koalisi internasional yang akan bertindak bersama-sama," kata Hagel dalam sebuah konferensi pers di Manila, Filipina. Hagel mengatakan, Washington menghormati sikap parlemen Inggris yang menolak berpartisipasi dalam serangan yang bertujuan menghukum rezim Suriah.

Hasil mengejutkan dari voting di parlemen Inggris, Kamis, telah menggagalkan tawaran Perdana Menteri Inggris David Cameron untuk memenangkan dukungan bagi intervensi militer di Suriah.

"Setiap bangsa punya tanggung jawab untuk membuat keputusan sendiri," kata Hagel. "Kami terus berkonsultasi dengan Inggris sebagaimana dengan semua sekutu kami."

Konsultasi itu termasuk cara untuk maju bersama dalam menanggapi serangan senjata kimia di Suriah.

"Ketika ditanya apakah ada sesuatu yang Suriah bisa lakukan untuk mencegah kemungkinan aksi militer AS? Hagel mengatakan, dia tidak bisa berspekulasi. "Saya belum diberitahu tentang perubahan posisi rezim Assad pada masalah apa pun. Saya berurusan dengan kenyataan dengan apa yang kami miliki. Saya tidak berspekulasi tentang situasi hipotetis," katanya dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Filipina.

Pemerintah AS telah menuduh pasukan Pemerintah Suriah berada di balik serangan senjata kimia di pinggiran kota Damaskus pada 21 Agustus yang dikatakan telah menewaskan ratusan orang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X