Dari Bukti sampai Perang Irak "Jegal" Cameron soal Suriah

Kompas.com - 30/08/2013, 07:39 WIB
Sejumlah warga Inggris menggelar demonstrasi, Kamis (29/8/2013), menolak keterlibatan negara tiga singa itu dalam aksi militer ke Suriah, terkait dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al Assad pada serangan Rabu (21/8/2013). Pada hari yang sama, parlemen Inggris menolak mendukung keterlibatan Inggris dalam aksi militer ke Suriah, dengan suara 285 berbanding 272. Andrew Cowie / AFPSejumlah warga Inggris menggelar demonstrasi, Kamis (29/8/2013), menolak keterlibatan negara tiga singa itu dalam aksi militer ke Suriah, terkait dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al Assad pada serangan Rabu (21/8/2013). Pada hari yang sama, parlemen Inggris menolak mendukung keterlibatan Inggris dalam aksi militer ke Suriah, dengan suara 285 berbanding 272.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
LONDON, KOMPAS.com — Dengan selisih hanya 13 suara, Pemerintah Inggris dikejutkan oleh penolakan parlemen untuk menyetujui keterlibatan militer Inggris ke Suriah. Padahal, Perdana Menteri David Cameron sudah mengemas aksi militer yang diminta sebagai dukungan atas "respons kemanusiaan yang kuat" terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al Assad di Suriah.

Beberapa menit setelah hasil yang tak sesuai dengan kegarangan sikap Pemerintah Inggris sejak isu penggunaan senjata kimia di Suriah ini menguat, Cameron mengatakan, "Jelas bagi saya bahwa parlemen Inggris, yang mewakili pandangan warga Inggris, tidak ingin melihat tindakan militer Inggris (di Suriah)."

Cameron pun menyatakan menerima hasil pemungutan suara yang menghasilkan 285 suara menolak aksi militer ke Suriah dan 272 suara mendukung tersebut. Ia juga berjanji bahwa pemerintah akan bertindak sesuai hasil pemungutan tersebut.

Kekalahan Cameron dalam mendapatkan dukungan dari parlemen memunculkan kemungkinan bahwa Amerika Serikat bakal sendirian bertindak ke Suriah bila memilih jalur militer. "Inggris tidak akan terlibat dalam setiap aksi militer," kata Juru Bicara Downing Street, Kantor Perdana Menteri Inggris.

Dijegal bukti sampai trauma Perang Irak

Pemungutan suara yang berlangsung pada Kamis (29/8/2013) malam waktu setempat atau Jumat (29/8/2013) dini hari waktu Indonesia itu dilakukan setelah perdebatan sengit selama tujuh jam di House of Commons.

Salah satu perseteruan pendapat yang paling keras dalam perdebatan itu adalah apakah serangan militer terhadap rezim Assad akan menghalangi penggunaan lebih lanjut terhadap senjata kimia di negara yang terkoyak perang saudara sejak 2011 tersebut. "Atau malah membuat konflik lebih buruk?" demikian pertanyaan berulang yang muncul di ruang sidang parlemen.

Cameron adalah salah satu pemimpin pemerintahan yang paling awal dan keras menyikapi dugaan penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad dalam serangan pada hari Rabu (21/8/2013). Dia menyebutkan, serangan itu merupakan penggunaan senjata kimia yang paling memuakkan.

"Kita tak bisa tinggal diam. Jika tidak ada yang dilakukan, (rezim Assad) akan menyimpulkan bahwa senjata kimia bisa dipakai lagi dan lagi, dan pada skala yang lebih besar, tanpa ada hukuman pula," papar Cameron berulang kali.

Namun, perlawanan pertama yang didapatkan Cameron justru datang dari Partai Buruh yang menjadi oposisi dan bahkan dari kubu Partai Konservatif yang mengusungnya. Cameron dihadang gelombang besar "kekhawatiran bahwa Inggris tergesa-gesa untuk perang, tanpa ada bukti meyakinkan bahwa Assad telah menggunakan gas (beracun) untuk rakyatnya sendiri".

Cameron mengaku tak bisa menyatakan 100 persen siapa pelaku serangan di kawasan timur Damaskus, Suriah, Rabu tersebut. Namun, dia pun menyatakan hanya ada sedikit keraguan bahwa Assad memang berada di balik serangan itu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters,
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X