Seminggu, 23 Kali Warga Lebanon Bertikai dengan Pengungsi Suriah

Kompas.com - 29/08/2013, 21:07 WIB
Sekelompok warga Suriah dalam sebuah ferry menuju Athena, Yunani. Anna Surinyach/MSFSekelompok warga Suriah dalam sebuah ferry menuju Athena, Yunani.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Pihak Keamanan Internal Lebanon mengeluarkan rilis soal pengungsi Suriah. Hasilnya, rerata seminggu 23 kali ada pertikaian antara warga Lebanon dengan para pengungsi Suriah.

Sebagaimana warta AP pada Kamis (29/8/2013), pertikaian paling sering terjadi di kawasan Lembah Bekaa, Selatan Lebanon. Di situ, bentrokan juga acap terjadi. Hasilnya, ada banyak korban luka di kedua belah pihak.

Lebanon mulai menghadapi masalah sosial lantaran jumlah pengungsi Suriah makin membeludak. Paling genting adalah ihwal kekurangan pasokan kebutuhan mendasar seperti listrik dan air.

Lebanon juga mengeluhkan beban berat di bidang sosial mulai dari penyediaan lapangan kerja. Alhasil, konflik pun kian meruncing.

Jam berkendara

AFP PHOTO / JM LOPEZ Anak-anak pengungsi Suriah bermain di kamp pengungsi al-Salam Bab di kota Azas, utara Suriah, 15 Juli 2013. Sebanyak 5.000 orang dalam sebulan telah mati dalam perang Suriah yang kini telah melontarkan krisis pengungsi terburuk sejak Genosida Rwanda 1994.

Rilis itu juga menunjukkan kalau makin banyak warga desa di Bekaa, khususnya, mulai menerapkan aturan-aturan. Ada desa yang mengeluarkan aturan kalau sejak pukul 21.00 sampai dengan 05.00, pengungsi Suriah tak boleh mengendarai mobil berplat nomor Suriah. Para pengungsi Suriah memang membawa harta bendanya berikut alat transportasi semisal mobil dan sepeda motor masuk ke Lebanon.

Banyak pelanggar aturan ini akhirnya mesti berurusan dengan polisi bahkan militer Lebanon. "Ada juga yang kami tahan,"pernyataan polisi setempat.

PBB mencatat kalau pada akhir tahun ini bakal ada sejuta pengungsi Suriah di Lebanon. Mereka tersebar di 2.000 lokasi pengungsian seantero Lebanon.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X