Pasien Tidur di Lantai 9 Jam, RS di Sydney Minta Maaf

Kompas.com - 29/08/2013, 18:48 WIB
ABC Foto penderita usus buntu, Demi Ellul, yang tengah berbaring di lantai RS di harian Daily Telegraph.
SYDNEY, KOMPAS.COM — Sebuah rumah sakit di barat daya Sydney meminta maaf kepada remaja putri bernama Demi Ellul yang dipaksa menunggu di lantai selama 9 jam saat dia hendak berobat karena menderita usus buntu.

Harian Daily Telegraph menerbitkan foto gadis berusia 17 tahun itu, yang tengah terbungkus selimut dan meringkuk seperti bola di lantai rumah sakit Campbelltown pada Senin (26/8/2013) malam.

Harian itu melaporkan, ibu dari gadis itu bahkan sempat membawanya pulang ke rumah dan baru kembali keesokan hari untuk mendapatkan pengobatan.

Menteri Kesehatan Jillian Skinner mengatakan, dia telah memerintahkan rumah sakit untuk merawat gadis tersebut dengan baik.

"Saya menyesalkan penderitaan yang dialami gadis ini dan keluarganya. Saya telah meminta pihak rumah sakit untuk meminta maaf kepada gadis itu dan keluarganya. Saya rasa ini langkah tepat," ucap Skinner.

"Saya gembira mendengar kabar gadis itu telah mendapatkan (permintaan maaf) dan pihak rumah sakit terus memantau kondisinya."

Namun, langkah Menkes ini dikritik juru bicara oposisi Andrew McDonald, yang pernah bekerja sebagai dokter anak di RS Campbelltown sebelum terpilih sebagai anggota senat tahun 2007. McDonald mengatakan, Skinner yang seharusnya meminta maaf.

"Ini peringatan buat Menkes kalau kasus seperti ini akan terjadi ketika dia menutup sepertiga dari tempat tidur pada unit perawatan anak atau pediatrik," kata McDonald.

"Harusnya ada 12 tempat tidur berbau kapur barus di unit anak-anak yang seharusnya bisa digunakan oleh remaja putri itu," ujarnya.

Namun, kritik ini dibantah Skinner.

Menanggapi tudingan membiarkan pasien, Direktur Perawatan RS Campbelltown Professor Richard Cracknell mengatakan, stafnya harus memprioritaskan pasien lain yang kondisinya lebih gawat.

"Keterlambatan penanganan pasien pada hari Senin lalu memang jauh lebih lama dari biasanya karena jumlah pasien yang datang berobat ke rumah sakit hari itu sangat banyak," ungkapnya, membela rumah sakit tempatnya berdinas.

"Kondisi seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Itu sebabnya kami tidak bisa menangani sejumlah pasien secara normal."

"Pasien itu memang sempat berbaring menunggu di lantai. Kami berusaha agar kejadian ini tidak terulang lagi," ungkap Cracknell.



EditorEgidius Patnistik
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi untuk Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional
Anggota ISIS 'Jihadi Jack' Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Anggota ISIS "Jihadi Jack" Ingin Pulang: Saya Tak Berniat Meledakkan Rakyat Inggris

Internasional

Close Ads X