Ribuan Pasien di Suriah Perlihatkan Gejala Neurotoksik

Kompas.com - 29/08/2013, 13:55 WIB
Para korban serangan udara Pemerintah Berkuasa Suriah, Rabu (21/8/2013) dini hari. Tak terlihat darah pada para korban tewas ini. - / SHAAM NEWS NETWORK / AFP - / SHAAM NEWS NETWORK / AFPPara korban serangan udara Pemerintah Berkuasa Suriah, Rabu (21/8/2013) dini hari. Tak terlihat darah pada para korban tewas ini. - / SHAAM NEWS NETWORK / AFP
EditorEgidius Patnistik
BRUSSELS, KOMPAS.COM — Sekitar 3.600 pasien di tiga rumah sakit didukung organisasi medis internasional Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Lintas Batas menunjukkan gejala neurotoksik dalam waktu kurang dari tiga jam pada Rabu (21/8/2013) pagi lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 355 pasien dilaporkan meninggal, demikian menurut siaran pers MSF yang diterima Kompas.com, Kamis (29/8/2013).

Sedikitnya 1.300 orang tewas, termasuk anak-anak, akibat serangan dengan senjata kimia di Suriah pada pekan lalu. Oposisi Suriah menuduh pemerintah telah melakukan serangan tersebut. Sebaliknya, pemerintah menuding oposisi yang melakukan serangan keji tersebut. Dalam perkembangan terbaru, Presiden Barack Obama, mengatakan bahwa AS yakin rezim Presiden Suriah Bashar Al Assad yang melakukan serangan senjata kimia itu.

Dr Bart Janssens, Direktur Operasional MSF, dalam siaran pers itu mengatakan bahwa para staf medis yang bekerja di sejumlah fasilitas lembaga itu telah menyediakan informasi terperinci kepada para dokter MSF mengenai pasien dalam jumlah banyak yang menunjukkan gejala-gejala seperti kejang, air liur berlebihan, pupil mata mengecil, pandangan kabur, dan gangguan pernapasan. Para pasien itu dirawat dengan obat yang dipasok MSF, yaitu atropine, obat yang digunakan untuk menangani gejala neurotoksik. MSF saat ini berupaya mengisi kembali stok yang kosong dan menyediakan pasokan bahan medis tambahan serta memberikan panduan.

“MSF belum bisa mengonfirmasi secara ilmiah penyebab gejala ini maupun menentukan siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut,” kata Dr Janssens. “Namun, gejala yang dilaporkan dialami oleh para pasien, serta pola epidemiologi kejadian, yang dicirikan oleh peningkatan tajam jumlah pasien dalam periode singkat, asal pasien, dan kontaminasi pekerja medis dan pertolongan pertama, memberi indikasi kuat adanya paparan terhadap agen neurotoksin secara massal. Hal ini dapat merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional, yang secara mutlak melarang penggunaan senjata kimia dan biologis.”

Berdasarkan siaran pers itu, sejak tahun 2012, MSF membangun kolaborasi kuat dan dapat diandalkan dengan jaringan medis, rumah sakit, dan posko medis di wilayah Damaskus, dan telah menyediakan obat-obatan, peralatan medis, dan dukungan teknis. Akibat risiko keamanan yang meningkat, staf MSF tidak dapat mengakses fasilitas tersebut. Sejak Juni 2012 hingga akhir Juni 2013, tim MSF menangani lebih dari 55.000 konsultasi medis, 2.800 prosedur bedah, dan membantu 1.000 persalinan di dalam Suriah. Tim MSF juga telah melayani lebih dari 140.000 konsultasi untuk pengungsi Suriah di negara-negara tetangga.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.