Menjaga Mimpi Hak Sipil, 50 Tahun Pidato Martin Luther King

Kompas.com - 29/08/2013, 04:27 WIB
Patrice Deré bj / AFP Grafis Peringatan 50 Tahun Pidato Martin Luther King
WASHINGTON, KOMPAS.com — Amerika Serikat memperingati 50 tahun pidato Martin Luther King Jr, Rabu (28/8/2013). Sebuah pawai digelar, serupa dengan peristiwa 50 tahun silam saat King berpidato menyuarakan mimpi atas terwujudnya hak-hak sipil.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama secara khusus berpidato untuk peringatan ini, 50 tahun setelah pidato "I have a dream" King. "Dia menawarkan jalan setara keselamatan bagi yang tertindas dan penindas. Kata-katanya adalah milik semua generasi, memiliki kekuasaan dan membuat tak tertandingi di zaman kita," kata Obama di tangga Lincoln Memorial, di Washington, Amerika Serikat, tempat yang pada 1963 menjadi panggung pidato King.

Dalam pidatonya, Obama mengingatkan bahwa hak-hak sipil yang menempatkan kesetaraan hidup membutuhkan kewaspadaan terus-menerus untuk menjaganya. Dia mengingatkan bagaimana ribuan orang Afro-Amerika mengikuti pawai King saat itu, membangunkan negaranya dari "kepulasan nurani yang panjang".

"Dengan tidak mengabaikan besarnya kemajuan pada hari ini, sebagai saran karena kadang-kadang beberapa hal telah berubah. Untuk menghormati keberanian dan pengorbanan mereka yang berkorban dengan berpawai pada tahun-tahun itu," tegas Obama tentang pentingnya peringatan pidato King ini.

Meski demikian, tegas Obama, banyak pekerjaan yang harus terus dilakukan untuk mewujudkan sepenuhnya "mimpi" King. "Kita tidak akan mencemarkan pahlawan kita dengan bekerja mewujudkan mimpi tersebut," ujar dia. "Busur semesta moral akan membungkuk pada keadilan, tetapi busur itu tidak dapat membungkuk sendiri!"

Obama bergabung dalam peringatan ini bersama Presiden Jimmy Carter dan Bill Clinton. Dalam momen ini, Carter meratapi penembakan rasial yang mengakhiri hidup King pada 1968.

Sementara Clinton mengatakan sudah saatnya mengakhiri sikap keras kepala yang membatasi peluang lebih luas. "Pilihannya tetap seperti itu pada hari musim panas 50 tahun yang lalu.
Bekerja sama dan berkembang atau bertengkar satu sama lain dan jatuh di belakang," tegas Clinton.



EditorPalupi Annisa Auliani
Sumber

Close Ads X