Kompas.com - 28/08/2013, 20:00 WIB
Secara umum, hal pertama dapat dilakukan menghadapi AEC adalah, apabila kita tidak siap bersaing di luar Indonesia (di negara-negara ASEAN lainnya), maka kita harus fokus di pasar Indonesia itu sendiri. Binus UniversitySecara umum, hal pertama dapat dilakukan menghadapi AEC adalah, apabila kita tidak siap bersaing di luar Indonesia (di negara-negara ASEAN lainnya), maka kita harus fokus di pasar Indonesia itu sendiri.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Membaiknya ekonomi AS sejatinya menjadi tantangan bagi realisasi Komunitas Ekonomi ASEAN pada 2015 mendatang. "Indonesia mesti segera menunjukkan hal tersebut dengan misalnya memberi perhatian kepada UKMK,"kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Raja Sapta Oktohari pada Selasa (28/8/2013).

Lebih lanjut, Raja mengatakan dampak menguatnya perekonomian AS itu memberi efek negatif bagi Indonesia. Penandanya adalah pelemahan rupiah dan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Tapi, hal itu tidak menujukkan fundamental ekonomi Indonesia,"imbuhnya.

Berangkat dari kondisi saat ini, Raja Sapta setidaknya menunjuk pada dua hal agar Indonesia bisa bersaing dalam komunitas itu, bahkan sejak awal. "Di dalam negeri, harus ada penguatan Bulog (Badan Urusan Logistik) untuk mengintervensi kondisi inflasi,"ujarnya.

Sebagaimana diketahui, kini, harga kedelai impor menanjak. Hal ini memang tak lepas dari kondisi terkini sejak sepekan silam.

Lalu, imbuh Raja, pihaknya juga tetap memberikan penekanan pada perhatian lebih kepada UKMK. Salah satunya dengan tetap menyerukan terwujudnya undang-undang untuk pengusaha pemula. "Ini menjadi modal untuk bersaing bagi Indonesia dalam Komunitas Ekonomi ASEAN,"demikian Raja Sapta Oktohari.

Josephus Primus Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2011-2014 Raja Sapta Oktohari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.