Kompas.com - 28/08/2013, 13:09 WIB
Sebuah foto yang dirilis Shaam News Network, jaringan media kelompok pemberontak Suriah, menampilkan asap mengepul akibat pertempuran di kota tua itu. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan rezim Suriah menutup akses bantuan kemanusiaan ke kota tersebut. HO / SHAAM NEWS NETWORK / AFPSebuah foto yang dirilis Shaam News Network, jaringan media kelompok pemberontak Suriah, menampilkan asap mengepul akibat pertempuran di kota tua itu. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan rezim Suriah menutup akses bantuan kemanusiaan ke kota tersebut.
EditorEgidius Patnistik
KAIRO, KOMPAS.COM — Militer AS siap menyerang Suriah, kata Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, saat momentum untuk itu berkembang di Perancis dan Inggris demi memberi hukuman terhadap rezim Assad. Pada saat bersamaan, oposisi Suriah mengatakan, mereka telah diberi tahu tentang rencana serangan militer segera oleh negara-negara berpengaruh dunia.

"Kami siap. Kami siap menyerbu" jika diberi perintah oleh Presiden Barack Obama, kata Chuck Hagel kepada BBC, Selasa (26/8/2013). "Kami telah menempatkan sejumlah aset (peralatan militer) di posisi guna memenuhi opsi apa pun yang presiden ingin putuskan," katanya.

AS dan para sekutunya menyalahkan pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, atas serangan senjata kimia pada Rabu lalu di Ghouta Timur dan Maadamiyet al-Sham, di luar Damaskus, yang menurut oposisi menewaskan sedikitnya 1.300 orang.

Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Muallem, memperingatkan bahwa negaranya akan mempertahankan diri dengan cara yang akan "mengejutkan" para musuhnya.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, telah sibuk menelepon para sekutu selama lima hari terakhir, termasuk menteri luar negeri Inggris, Perancis, Kanada, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Jordania. Kerry juga melakukan kontak dengan para pejabat senior NATO, Uni Eropa, dan Liga Arab, dan telah berbicara dengan rekan-rekannya di Suriah dan Rusia.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan, serangkaian pembicaraan tersebut merupakan bagian dari "konsultasi yang sedang berlangsung terkait respons yang tepat terhadap serangan senjata kimia di Suriah".

Para pejabat AS hari Selasa mengatakan, AS akan merilis data intelijen tentang dugaan serangan senjata kimia itu pada akhir pekan ini. "Saya pikir Anda bisa mengharapkan hal itu minggu ini," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, kepada wartawan saat briefing harian, di tengah harapan besar bahwa AS akan meluncurkan respons militer terhadap dugaan penggunaan bahan kimia itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wakil Perdana Menteri Inggris, Nick Clegg, mengatakan pada Selasa bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan "tanggapan serius" terkait penggunaan senjata kimia di Suriah tetapi tidak akan berusaha untuk menggulingkan Assad. "Apa yang sedang kami pertimbangkan adalah tanggapan serius. Apa yang kami tidak pertimbangkan adalah perubahan rezim, berusaha untuk menggulingkan rezim Assad," kata Clegg.

Perancis "siap menghukum" orang-orang yang membuat "keputusan keji yang menyebarkan gas kepada orang-orang tidak bersalah", kata Presiden Francois Hollande saat ia siap bertemu dengan kabinet, Rabu. "Perang sipil saat ini (di Suriah) mengancam perdamaian dunia," katanya. "Semuanya membuat kita percaya bahwa itu merupakan rezim yang melakukan perbuatan hina ini," kata Hollande.

Oposisi Suriah mengharapkan intervensi militer segera terhadap pasukan Assad. "Kami telah diberi tahu tentang sebuah serangan oleh kekuatan dunia guna menghukum rezim Suriah, tetapi kami tidak punya rincian," kata Monzer Makhous, utusan koalisi oposisi utama Suriah di Paris. Dia menambahkan, "kami akan mendukung langkah apa pun untuk menghukum rezim tersebut, yang telah membunuh rakyatnya sendiri demi tetap berkuasa dengan biaya apa pun."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X