Kompas.com - 28/08/2013, 13:01 WIB
Sebuah foto yang diambil dari video yang diunggah ke situs YouTube menampilkan warga Suriah tengah memakamkan secara massal korban serangan senjata kimia yang diklaim dilakukan pasukan pemerintah di dekat kota Damaskus. Oposisi mengklaim korban serangan ini mencapai 1.300 orang.
DSK / Local Committee of Arbeen / AFPSebuah foto yang diambil dari video yang diunggah ke situs YouTube menampilkan warga Suriah tengah memakamkan secara massal korban serangan senjata kimia yang diklaim dilakukan pasukan pemerintah di dekat kota Damaskus. Oposisi mengklaim korban serangan ini mencapai 1.300 orang.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Intelijen AS sempat mencegat pembicaraan telepon seorang pejabat kementerian pertahanan Suriah, beberapa jam setelah serangan senjata kimia di Ghouta dekat Damaskus pekan lalu.

Dalam pembicaraan dengan pemimpin unit senjata kimia itu, sang pejabat kemhan Suriah terdengar sangat panik. Demikian dikabarkan majalah Foreign Policy, Selasa (27/8/2013).

"Rabu lalu, beberapa jam setelah serangan kimia di dekat Damaskus terjadi, seorang pejabat Kemenhan dan komandan unit senjata kimia terlibat pembicaraan panik, menuntut penjelasan serangan gas syaraf yang menewaskan lebih dari 1.000 orang," demikian laporan majalah itu.

Majalah itu melanjutkan, pembicaraan itu tertangkap dinas intelijen AS.

"Itulah sebabnya, pejabat AS sangat yakin serangan senjata kimia itu dilakukan rezim Bashar al-Assad. Itu pula yang menyebabkan kemungkinan militer AS akan menyerang Suriah," lanjut laporan itu.

Laporan ini muncul di saat militer AS tengah bersiap untuk menyerang Suriah, meski Barat bersikukuh serangan itu bukan untuk menjungkalkan rezim Assad namun sekadar balasan atas penggunaan senjata kimia.

Alasan rencana intervensi militer itu adalah pernyataan Wapres AS Joe Biden yang menegaskan hanya pasukan Assad yang bisa melakukan serangan senjata kimia seperti itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, rencana serangan militer itu dipastikan tidak berjalan mudah sebab Damaskus sudah bertekad untuk melawan dan memberikan serangan kejutan.

Sementara itu, para sekutu Suriah, Rusia dan China, memperingatkan AS dan sekutunya terkait dampak luas dari intervensi militer.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
Pria Perlu Tahu, Ini Jenis Makanan Berprotein yang Bisa Tambah Massa Otot
Pria Perlu Tahu, Ini Jenis Makanan...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.