Kompas.com - 28/08/2013, 09:01 WIB
|
EditorEgidius Patnistik

PHNOM PENH, KOMPAS.COM — Pengadilan Kamboja, Selasa (27/8/2013), menjatuhkan hukuman penjara tujuh tahun atas Philippe Albertini yang berusia 71 tahun karena melakukan praktik seks sejenis dengan tiga bocah laki-laki.

Albertini membayar tiga bocah untuk pelayanan seks yang mereka berikan kepada pria Perancis tersebut. Pengadilan wilayah Phnom Penh, Kamboja, sebagaimana dikutip kantor berita AP melaporkan, Albertini dinyatakan bersalah karena membayar tiga bocah pria masing-masing 10 dollar AS atau sekitar Rp 100.000 untuk sekali pelayanan seks yang diberikan.

Atas peristiwa ini, Albertini juga diminta membayar 15 juta riel atau Rp 37,5 juta sebagai kompensasi kepada setiap anak-anak tadi.

Ketika peristiwa ini berlangsung, bocah-bocah pria ini masih berusia 12 tahun. Albertini sejauh ini menegaskan dirinya tak bersalah, Pengacaranya mengatakan, mereka akan mengajukan banding atas keputusan hakim itu.

Pada pengadilan pada 13 agustus lalu, Albertini mengatakan dia memberikan uang kepada para bocah ini atas keramahtamahan mereka.

Kemiskinan dan penerapan hukum yang rendah membuat Kamboja sebagai daya tarik bagi orang asing "pengemar" anak-anak kecil. Pada beberapa tahun belakangan ini polisi dan pengadilan di Kamboja meningkatkan upaya dalam memberantas praktik seks yang menyimpang ini. Kelompok pelindung anak-anak Action Pour Les Enfants menegaskan, Albertini mencatat rekor sebagai tersangka paedofilia atau "penggemar anak" dalam 16 tahun ini di tiga negara.

Dikatakan, otoritas Perancis pernah mececar Albertini pada tahun 1990-an menyangkut aksi paedofilia dengan anak-anak. Dia juga pernah dikenakan tuduhan di Thailand tahun 1999 dan tahun 2000 karena pelecehan seks atas beberapa anak laki-laki. Namun, tuduhan ini kemudian dibatalkan. Sejak datang ke Kamboja tahun 2004, Albertini pernah dua kali ditahan sebelumnya karena dicurigai melakukan pelecehan seks atas anak-anak. Namun, dia berhasil lolos dari pengadilan karena keluarga anak-anak yang menjadi korbannya menarik kembali keberatan mereka pada kasus yang pertama. Pada kasus kedua, pengadilan membatalkan gugatan karena tidak cukup ada bukti. Dia kemudian ditahan lagi pada Mei 2012 setelah polisi menerima laporan dari beberapa keluarga anak-anak laki yang menjadi korban pelecehan seksual.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.